Berita Ende Terkini
Kadis Pertanian Ende Keluhkan Pelaksanaan Program TPJS Pemprov NTT Tanam Saat Air Kurang
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ende Marianus Alexander mengeluhkan pelaksanaan program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS)
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oris Goti
POS-KUPANG.COM | ENDE - Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ende Marianus Alexander mengeluhkan pelaksanaan program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menurutnya, menanam di rentang bulan April - September (musim) panas merupakan keputusan yang berani karena air sedang berkurang.
Hal itu disampaikan Marianus Alexander saat diwawancarai POS-KUPANG.COM di ruang kerjanya, Rabu (23/9/2020).
"Yang kita harapkan kita menanam setelah panen di bulan April Mei Juni, namun itu molor sampai akhir Juni baru tanam tentu kondisi tanah sudah kurang basah lagi," ungkapnya.
Marianus katakan, penanaman jagung molor hingga akhir Juni karena benihnya terlambat dikirim ke Ende.
"Pengadaan benihnya semua di Provinsi, kita menunggu di sini. Benihnya datang terlambat, lahannya sudah siap akhirnya tanamnya bergeser, bergeser, bergeser semua. Selain itu pengadaan pompa air juga terlambat," keluhnya.
Menurutnya akibat dari terlambat kirim benih dan pengadaan pompa air realisasi pelaksanaan program TJPS tidak maksimal.
Dia menyebut, lahan yang berhasil ditanami jagung cuman 41 hektare. Padahal sudah disediakan lahan seluas 101 hektare. "Rencana awalnya 200 hektare tapi setelah kita verifikasi kembali hanya 101 hektare dan realisasinya cuma 41 hektare," ungkapnya.
• Di Sumba Barat - NTT, 15 Warga Terkonfirmasi Positif Virus Corona, Kabupaten Sumbar Zona Merah
Area lampiran
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/marianus-alexander-kepala-dinas-pertanian-kabu.jpg)