Marcu : Harus Ada Sanksi Tegas Untuk Ketua RT dan Sekertaris Desa Fatumnasi
Ketua DPRD TTS, Marcu Mbau geram mendengar pengaduan Lodia Oematan, warga Desa Fatumnasi, Kecamatan Fatumnasi
Penulis: Dion Kota | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | SOE - Ketua DPRD TTS, Marcu Mbau geram mendengar pengaduan Lodia Oematan, warga Desa Fatumnasi, Kecamatan Fatumnasi yang dimaki dan ditarik hingga jatuh dari kursi karena tak mau memberikan uang sukarela pembangunan kantor desa oleh Ketua RT, Robinson Maf dan Sekertaris desa, Hobi Anin.
Dirinya langsung menghubungi Sekda TTS, Marthen Selan agar memberikan Sanksi Tegas kepada dua perangkat desa tersebut.
Selain itu, penjabat desa Fatumnasi, Dominikus Manu juga harus di-BAP karena berada di lokasi kejadian namun tidak berbuat apa-apa untuk mencegah kejadian tersebut.
• Dimaki dan Ditarik Gara-Gara Tak Mau Kumpul Uang Sukarela, Lodia Mengadu Ke DPRD TTS
" Ini perangkat desa model apa sehingga tidak menghargai orang tua model begini. Namanya juga sumbangan sukarela, kalau mau dikasih syukur, kalau tidak dikasih ya sudah. Bukan tarik kasih jatuh orang, maki laku ancaman mau coret nama orang dari daftar penerima bantuan. Saya tadi sudah telepon pak sekda minta agar perangkat desa yang bersangkutan harus di BAP dan berikan sanksi tegas," ungkap Marcu usai menerima pengaduan Lodia, Senin (21/9/2020) di ruang kerjanya.
Ditambahkan Ketua Komisi 1 Uksam Selan, untuk penjabat desa, sekertaris desa dan ketua RT jika terbukti melakukan perbuatan tidak menyenangkan kepada Lodia maka harus diberikan sanksi yang tegas.
• Polres Lembata Distribusikan Air Bersih di Ile Ape
Komisi 1 sendiri mengagendakan pekan depan turun ke Fatumnasi guna menyikapi pengaduan korban.
" Kami dari komisi 1 sangat menyesalkan kejadian ini. Bagaimana bisa perangkat desa ancam mau coret nama orang dari daftar penerima bantuan. Emangnya itu bantuan dari dia, sehingga sesuka hati ancam coret nama orang. Kami dari komisi 1 akan turun ke Fatumnasi pekan depan," tegasnya.
Terpisah, Penjabat Desa Fatumnasi yang juga camat Fatumnasi, Dominikus Manu tak menampik adanya kejadian tersebut. Ia mengaku, dirinya berada di lokasi saat kejadian tersebut berlangsung.
Ia juga membenarkan jika saat ini pemerintah desa sedang mengumpulkan uang sukarela guna pembangunan kantor desa.
Dirinya siap jika nantinya akan di BAP terkait kasus tersebut. Namun sebelum itu, dirinya akan terlebih dahulu mem-BAP sekertaris desa dan ketua RT yang menarik, pengancam dan memaki korban.
" Itu kejadian benar pak. Waktu itu saya ada di lokasi. Saya sempat marah sekertaris karena omong begitu. Mungkin itu karena terbawa emosi. Nanti saya BAP dan kasih pembinaan mereka agar lain kali tidak berbuat seperti itu," janjinya.
Untuk diketahui, Lodia Oematan, warga Desa Fatumnasi, Kecamatan Fatumnasi, Senin (21/9/2020) mengadu ke DPRD Kabupaten TTS karena mendapatkan perlakuan tak menyenangkan dari perangkat desa Fatumnasi.
Gara-gara dirinya tidak mengumpulkan uang sukarela untuk pembangunan kantor desa senilai Rp.50.000, Lodia ditarik hingga jatuh dari kursi, diancam akan dicoret dari daftar penerima bantuan serta dimaki oleh Ketua RT,
Robinson Maf dan Sekertaris desa, Hobi Anin.
Tak terima dengan perlakuan tersebut, Lodia mengadukan hal tersebut langsung kepada Ketua DPRD TTS, Marcu Mbau, Wakil Ketua Komisi IV, Sefrit Nau, Ketua Komisi 1 DPRD TTS, Uksam Selan dan Anggota Komisi III DPRD TTS, David Boimau. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/dimaki-dan-ditarik-gara-gara-tak-mau-kumpul-uang-sukarela-lodia-mengadu-ke-dprd-tts.jpg)