Refly Harun Amini Pernyataan Ahok Sebut Direksi Pertamina Jadi Dayang-Dayang Menteri BUMN. Itu Fakta
"Saya sempat emosi juga kemarin. Mereka mau mancing saya emosi, nanti saya emosi laporin ke Presiden apa 'Ahok menggangu keharmonisan'," tegas Ahok.
Refly Harun Amini Pernyataan Ahok Sebut Dirteks Pertamina Jadi Dayang-Dayang Menteri BUMN, Itu Fakta
POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Akhir-akhir ini, sosok Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, menjadi buah bibir publik di Tanah Air.
Ini terjadi setelah mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengungkapkan fakta di tubuh Pertamina dimana para direksi umumnya lengket dengan Menteri BUMN, Erick Thohir.
Bak gayung bersambut, apa yang diungkapkan Komisaris Utama Pertamina itu, langsung disambut oleh Pakar Hukum Tata Negara dari Universitas Gajah Mada, Refly Harun.
Refly Harun mendukung pernyataan Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang membongkar isi BUMN terkait pemilihan direksi.
Refly Harun tak membantah penentuan direksi BUMN selama ini lebih ditentukan oleh Kementerian BUMN tanpa sepengetahuan komisaris.
Apalagi, kata Mantan Komisaris Utama PT Jasa Marga Tbk itu, di BUMN yang berstatus Tbk, atau ada kepemilikan saham publik di dalamnya.
Hal itu disampaikan Refly Harun melalui channel YouTube pribadinya yang diunggah pada Rabu (16/9/2020).
"Apa yang disampaikan Ahok itu lah praktik-praktik yang sering terjadi di BUMN, terutama yang terkait pergantian direksi. Direksi jadi dayang-dayang menteri," kata Refly dikutip Tribunnews, Rabu (16/9/2020).
• Ternyata Presiden Timor Leste Dulu Pernah Kunjungi Israel, Ramos Horta Minta Dukungan Kekuatan Ini
• 66 KK di Kabor Terima Bantuan Rumah Swadaya
Selain itu, Refly juga mengatakan, selama ini, direksi BUMN lebih dekat dengan menteri ketimbang Dewan Komisaris.
Hal lain yang sering terjadi adalah saat penentuan direksi baru.
Tidak sedikit para calon langsung direkomendasikan tanpa ada konsultasi dengan komisaris.
"Praktik ketentuan (penentuan direksi) itu ada jalan tikusnya."
"Yaitu, ketika Kementerian BUMN menganggap ada talent yang ada achievement-nya, maka bisa diusulkan langsung tanpa lewat dewan komisaris."
"Ini pemikiran bodoh-bodoh pintar, masa yang diusulkan yang tidak berprestasi?" ucapnya.
Refly Harun juga membocorkan kedekatan antara menteri dan direksi dalam sebuah pertemuan.
Di mana, setiap pertemuan atau acara yang digelar BUMN, jarang ada jajaran komisaris duduk di samping menteri.
Ia pun menganggap wajar jika menteri lebih dekat dengan para direksi ketimbang dewan komisaris.
Karena, roda perekonomian BUMN yang dikelola itu ada di tangan direksi.
"Kalau ada acara, para direksi inilah yang duduk di garda terdepan dekat menteri sebagai dayang-dayang."