Breaking News:

Berita Belu Terkini

Mall Pelayanan Publik Atambua Layani 63 Jenis Izinan

Mall Pelayanan Publik Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi NTT sudah melayani 63 jenis perizinan sejak pertama kali beroperasi 15 Januari 201

POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
KADIS---Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kabupaten Belu, Dra. M.K. Eda Fahik. 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas

POS KUPANG.COM| ATAMBUA----Mall Pelayanan Publik Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi NTT sudah melayani 63 jenis perizinan sejak pertama kali beroperasi 15 Januari 2019 lalu.

Pemerintah melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu sedang memroses lagi 54 jenis perizinan lainnya sehingga menjadi 117 jenis perizinan yang dialihkan ke Mall Pelayanan Publik.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kabupaten Belu, Dra. M.K. Eda Fahik kepada Pos Kupang.Com, Sabtu (19/9/2020).

Menurut Eda Fahik, sampai dengan saat ini sudah 63 jenis pelayanan perizinan yang telah dilayani di Mall Pelayanan Publik Atambua. Dalam waktu dekat akan ditambah lagi 54 jenis perizinan sehingga totalnya 117 jenis pelayanan. Penambahan 54 jenis izin tersebut masih menunggu penandatanganan Perbup oleh Bupati Belu.

Eda Fahik menyebutkan, instansi yang telah menempatkan petugas untuk memberikan pelayanan di Mall Pelayanan Publik yakni, dari OPD pemerintah meliputi, Dinas PUPR, Lingkungan Hidup, Dinkes, Nakertrans, Dispenduk, Perhubungan, Bappeda dan PTSP sendiri.

Instansi vertikal diantaranya, Bea Cukai, Imigrasi, Polres, Pertanahan. Instansi BUMN yakni, BPJS, Kantor Pajak Pratama, PT Pos Sindo sedangkan BUMD adalah PDAM dan Bank NTT.

Eda Fahik mengatakan, keberadaan mall pelayanan publik ini sangat membantu masyarakat dalam mendapatkan pelayanan perizinan yang efektif dan efisien. Misalnya, masyarakat yang hendak mengurus izin usaha bisa sambil mengurus dokumen kependudukan kerena kedua instansi tersebut sudah memberikan pelayanan di mall pelayanan publik. Setiap hari tercatat sekitar 100-200 pengunjung datang ke Mall Pelayanan Publik. Pencatatan pengunjung juga menggunakan sistem elektronik sehingga sangat akurasi.

Kata Eda Fahik, Mall Pelayanan Publik Atambua merupakan satu-satunya di NTT dan akan menjadi tempat studi banding bagi daerah lain di NTT pada bidang perizinan terpadu. Hal ini sesuai dengan rekomendasikan BPK dan Ombudsman NTT.

Ditanya mengenai sarana dan prasarana, Eda Fahik mengatakan, sejauh ini masih memadai tapi jika kedepannya 117 jenis perizinan sudah dialihkan ke Mall Pelayanan Publik maka dibutuhkan sarana dan prasarana. Oleh karena itu, selaku kepala Dinas PMPTSP membutuhkan perhatian pemerintah dalam hal ini Bupati dan DPRD Kabupaten Belu.

Bupati Belu, Willybrodus Lay saat menghadiri penandatangan perjanjian kerja sama Dinas PMPTSP dan Polres Belu beberapa waktu lalu mengatakan, Mall Pelayanan Publik ini menjadi pusat pelayanan berbagai jenis perizinan.

"Namanya mall pelayanan. Kalau mall itu, semua jenis barang ada. Jadi orang datang ke kota untuk belanja sambil urus izin di sini, sambil kopi. Mau tarik uang, ATM ada. Mau selfie juga bisa, kita akan tata tempat ini supaya lebih menarik", pinta Bupati Willy.

Untuk diketahui, Mall atau Plaza Pelayanan Publik Atambua ini merupakan karya pembangunan monumental di masa kepemimpin Bupati Willybrodus Lay-J.T Ose Luan. Satu-satunya kabupaten di NTT yang memiliki mall pelayanan publik hanya di Kabupaten Belu. (jen).

KADIS---Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kabupaten Belu, Dra. M.K. Eda Fahik.
KADIS---Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kabupaten Belu, Dra. M.K. Eda Fahik. (POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS)
Penulis: Teni Jenahas
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved