Breaking News:

Siswa SMA Kristen Tewas Gantung Diri

Siswa SMA Kristen Kota Kupang, Herman Bistolen (17) mengakhiri hidup dengan cara gantung diri

POS-KUPANG.COM/Dokumentasi Polsek Maulafa
Jenazah Korban ketika dievakuasi, Rabu, 16/09/2020. Area lampiran 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -Siswa SMA Kristen Kota Kupang, Herman Bistolen (17) mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Jasadnya ditemukan tergantung pada seutas tali nilon biru yang salah satu ujungnya meliliti lehernya.

Peristiwa bunuh diri ini terjadi di kediamannya, RT 28 RW 09 Kelurahan Kolhua Kecamatan Maulafa. Jasad Eman pria yang akrab disapa Eman ini ditemukan, Rabu (16/9/2020) pukul 07.00 Wita.

Malam sebelum kejadian, Eman sempat dicari semua anggota keluarga di sekitar rumah. Pihak keluarga juga mengubuungi kerabat kenalan serta teman-temannya untuk mengetahui keberadaan Eman. Korban sempat dihubungi pihak keluarga ke nomor handphonenya namun tidak dijawab.

Kodim 1601 Sumba Timur Tekankan Disiplin Protokol Kesehatan

Seorang anggota keluarga yang meminta namanya tidak dikorankan, menuturkan, kejadian yang dialami Eman tidak wajar. Menurutnya, Eman merupakan anak penurut dan selalu membantu orangtua.

Kepergian Eman untuk selama-lamanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat kenalan dan sahabatnya. Banyak warga berdatangan ke rumah duka. Isak tangis pun pecah.

60 Stan Ramaikan Expo Kreatif Anak Negeri

Tempat kejadian perkara (TKP) Eman gantung diri telah dipasang police line (garis polisi). Setelah melakukan olah TKP, jasad Eman dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Drs Titus Uly Kupang untuk dioutopsi. Kasus ini ditangani Polsek Maulafa Polres Kupang Kota.

Setelah pemeriksaan, jenazah Eman dibawa ke rumah duka dengan menggunakan mobil jenazah RSB Drs Titus Uly Kupang. Anggota keluarga dan kerabat kenalan menangis histeris ketika melihat peti jenazah dikeluarkan dari mobil.

Kapolres Kupang Kota, AKBP Satrya Perdana Panuntung Tarung Binti, SIK melalui Kapolsek Mulafa AKP Jery S Puling, AMd, menjelaskan kronologi.

Menurutnya, kejadian bermula ketika pada pukul 07.00 Wita, saksi Yusli Bastolen Tameno hendak memberi makan ayam yang berada di dalam rumah. Rumah Yusli berada di samping rumah korban.

Ternyata pintu terkunci dari dalam. Selanjutnya saksi dengan menggunakan satu batang besi mengorek gerendel pintu tersebut dari luar sehingga pintu terbuka.

Selanjutnya saksi Yusli melihat korban tergantung sudah tidak bernyawa.
Rumah tersebut memiliki 2 pintu yang terbuat dari seng serta mempunyai kunci overval dari dalam dan mempunyai 2 jendela kaca nako yang masih utuh. Di dalam rumah tersebut ada enam ekor ayam milik Yusli.

Menurut Jery, TKP adalah sebuah rumah berdinding tembok batako dengan ukuran 4 x 6 m dengan tinggi tembok kurang lebih 2 meter. (cr5)

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved