Breaking News:

Berita Rocky Gerung

Rocky Gerung Sindir Lock Down Jakarta: Covid-19 Cara Bumi Menahan Eksploitasi Berlebih dari Manusia

Pembatasan sosial berskala besar ketat yang diberlakukan DKI Jakarta mulai awal pekan ini, membuat perbincangan mengenai pandemi Covid-19 hangat lagi

Kolase Youtube Najwa Shihab/Instagram @rocky.gerung
Gubernur DKI JAkarta Anies Baswedan dan Rocky Gerung 

POS KUPANG, COM  - Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat yang diberlakukan DKI Jakarta mulai awal pekan ini, membuat perbincangan mengenai pandemi Covid-19 kembali hangat. Orang-orang ramai membicarakannya.

Sudah banyak orang sebenarnya berbicara tentang pandemi corona. Dari sisi agama, ekonomi, politik, medis hingga sekedar obrolan ringan di warung kopi. Perhatian manusia hampir semua tercurahkan ke virus keluarga corona yang mematikan itu.

Kenapa? Karena hampir semua masyarakat dunia terdampak. Apa pun bidang yang digelutinya. Beberapa negara lain bahkan sudah mengalami resesi atau setidaknya di ambang resesi. Ada negara yang masih mencoba bertahan dan berharap vaksinnya segera ditemukan.

Kalkulasi terakhir hari Kamis (17/9/2020) pagi, tercatat 228.993 yang terkonfirmasi positif. Ada peambahan 3.963 orang dalam sehari kemarin. Pasien yang meninggal dunia dilaporkan 9.100 orang. Yang berhasil sembuh 71,662 persen. Itu angka yang tercatat sejak kali pertama kasusnya ditemukan di Depok, Maret 2020 lalu.

Semua ahli sudah berbicara sesuai bidang ilmu dan keyakinannya. Bagaimana kalau ahli filsafat Rocky Gerung memandang pandemi covid-19 ini? Selain pemikir yang lugas dalam menyatakan pendapatnya, Rocky diketahui juga seseorang yang sangat mencintai alam. Ia masih aktif menjalakan hobinya mendaki gunung.

"Kita benci sama covid padahal itulah cara bumi untuk menahan eksploitasi manusia," kata Rocky.

Ia menyatakan itu saat menjadi salah satu pembicara dalam webinar "Filsafat dan Etika Lingkugan Kasus Pengelolaan SDA di Kalimantan Timur", Jumat (11/9/2020) malam.

Seminar yang digelar Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PW Muhammadiyah Kaltim itu juga menghadirkan Irwan (anggota DPR RI Dapil Kaltim), dosen filsafat UGM Abdul Mallik Usman, dan dua penanggap Ketua MLH PW Muhammadiyah Kaltim Taufan Tirkaamiana dan Wakil Ketua MUI Kaltim KH Muhammad Haiban.

Diskusi selama dua jam lebih itu berlangsung menarik karena membahas sistem pengelolaan SDA di Kaltim dari kacamata etika dan filsafat. Apalagi Niel Makinuddin, pegiat senior bidang lingkungan, mampu memandu diskusi secara cerdas sehingga bisalebih menarik.

Pandangannya soal pandemi itu muncul berawal dari penjelasannya mengenai lingkungan. Kata Rocky, etika lingkungan itu ada di dalam logika. Kritik kita terhadap pengambil kebijakan dalam pengelolaan SDA bukanlah untuk diartikan bahwa manusia tidak boleh mengeksploitasi SDA. Boleh dan harus. Sebab kalau tidak, justru kita akan punah.

Halaman
1234
Editor: Benny Dasman
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved