Breaking News:

Berita Kota Kupang

Pengangguran Ini Cabuli Anak di Bawah Umur di Rumah, Berterus Terang: Saya Lakukannya dengan Sadar

Seorang pria dengan inisial PAB (42) di Kota Kupang tega mencabuli anak di bawah umur. PAB berhasil ditangkap dan diamankan

KOMPAS.com/Shutterstock
Ilustrasi 

 Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Dion Rebon

POS KUPANG, COM, KUPANG - Seorang pria dengan inisial PAB (42) di Kota Kupang tega mencabuli anak di bawah umur. PAB berhasil ditangkap dan diamankan aparat berkat keterangan korban dan saksi.

Kapolsek Oebobo, AKP Magdalena G. Mere, S.H yang dihubungi, Rabu (16/9), mengatakan, aksi tak terpuji yang dilakukan pelaku bermula dari keluhan korban dan laporan polisi yang dilakukan ibu korban. Korban dan pelaku diketahui tetangga rumah.

Korban selama ini dianggap seperti anak sendiri karena sering bermain dengan anak pelaku. Orangtua korban selalu menitipkan korban kepada istri pelaku ketika berangkat kerja.
PAB sendiri tidak memiliki riwayat gangguan jiwa dan tidak berada di bawah pengaruh alkohol.

"Dari hasil pemeriksaan ia melakukan itu dalam keadaan sadar," ujarnya.
Pelaku, kata Magdalena, telah berkeluarga dan memiliki seorang anak. Selain itu, PAB juga saat ini tidak memiliki pekerjaan. Ia menambahkan, berdasarkan keterangan yang diterima penyidik Polsek Oebobo, aksi bejat pelaku terjadi satu kali di rumah pelaku.

Saat diambil keterangannya, lanjut Magdalena, kondisi korban sudah dalam keadaan baik. Namun korban masih merasa sakit pada alat vitalnya. Aksi tak terpuji pelaku tersebut dilakukan dengan mengeraskan suaranya. Dengan maksud agar korban ketakutan.

"Kalau dari hasil pemeriksaan, dia (pelaku) tidak melakukan ancaman. Hanya dia sedikit agak keras atau kasar begitu," bebernya.

Pelaku dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak No. 17 tahun 2016 Pasal. 82 ayat 1 dengan ancaman hukuman penjara 5 hingga 15 tahun dan denda sebesar 60 hingga 300 juta.
PAB mengaku khilaf atas perbuatan tak terpuji tersebut. "Hanya terjadi begitu saja. Beta khilaf," ujarnya.

Menurutnya, aksi tak terpuji tersebut dilakukan pelaku dengan menggunakan tangannya. Dikatakan PAB, korban sering bermain di rumanya. Kejadian pencabulan itu baru dilakukan pertama kali.

Dikatakan PAB, ia melakukan aksinya dengan berpura-pura memeluk korban dan memasukan tangan dan memegang alat vital korban. Ia menuturkan, aksi bejat tersebut dilakukan dalam keadaan sadar.

"Saya sadar. Saya tidak mabuk. Itu malam beta (saya) ambil dia dari tempat tidur karena dia jatuh hampir tindis anak saya," bebernya. *

Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved