Breaking News:

Salam Pos Kupang

Mengatasi Krisis Air Kota Kupang

Provinsi NTT telah memasuki musim kemarau. Kekeringinan melanda sejumlah wilayah, termasuk Kota Kupang

Mengatasi Krisis Air Kota Kupang
Dok
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - Provinsi NTT telah memasuki musim kemarau. Kekeringinan melanda sejumlah wilayah, termasuk Kota Kupang. Salah satu dampaknya, yaitu sumber- sumber air mengalami penurunan debit. Bahkan, beberapa di antaranya sudah kering. Krisis air terjadi. Masyarakat menjerit.

Bersamaan dengan itu, kualitas air juga menurun. Air berwarna cokelat dan berlumpur. Meski keruh dan kotor, warga tetap memanfaatkan air. Bagi warga yang ekonominya baik, untuk memenuhi kebutuhan air setiap hari dengan cara membeli air mobil tangki. Kondisi ini tentu tidak berlangsung lama pada masa pandemi Corona ( Covid-19).

Donor Darah Sejak 1999 Laasar Berharap PMI Tingkatkan Publikasi

Sejumlah warga mulai mengeluh, seperti disampaikan Warga RT 021 RW 008 Kelurahan Naikoten, Kecamatan Kota Raja, Yane Lona Lapebesi. Yane mengaku tidak kebagian air sejak Agustus. Untuk memenuhi kebutuhan setiap hari, Yane terpaksa membeli mobil air tangki seminggu sekali. Hal ini berdampak pengeluaran bulanannya membengkak.

Menurutnya, pemakaian air sebulan mencapai 4 mobil tangki berkapasitas 5000 liter. Ia merogoh kocek Rp 280 ribu per bulan.

Pilkada Sumba Timur - Dua Bapaslon Dinyatakan Sehat

Kekurangan air juga dikeluhkan Alex, sopir mobil tangki. Alex biasa mengambil air di sumber mata air Tarus milik PDAM Kabupaten Kupang. Selanjutnya, ia melayani pesanan konsumen.

Menurut Alex, debit air Tarus menurun drastis. "Dia punya debit air turun banyak. Biasanya tidak begini. Dulu tahun 2015 pernah begini tetapi tidak separah yang sekarang," ujar Alex, Sabtu (12/9).

Kita meyakini bahwa hal serupa juga terjadi di daerah lainnya, namun belum terekspose.Oleh karena itu perlu keberanian pemerintah untuk menyampaikan kondisi riil yang terjadi.

Krisis air bersih yang dialami masyarakat di sejumlah wilayah hendaknya disikapi secara serius oleh pemerintah daerah. Jangan dibiarkan berlarut-larut karena dapat menimbulkan dampak yang lebih besar, termasuk mendatangkan penyakit dan merenggut nyawa anak manusia.

Pemkot Kupang perlu mengambil langkah mendistribusi air bersih kepada masyarakat dengan menggunakan mobil tangki. Upaya tersebut dapat meringankan penderitaan warga yang sedang mengalami krisis air bersih.

Kita mengharapkan agar pendistribusian air tetap dilakukan sepanjang musim kemarau. Frekuensinya pun ditambah. Kalau sebelumnya sekali seminggu, bisa menjadi tiga atau empat kali. Dengan demikian, kebutuhan air bersih masyarakat tercukupi.

Masalah kelangkaan air bersih sudah sering dialami, bahkan hampir terjadi setiap tahun. Oleh karena itu, Pemkot Kupang harus sudah mengantisipasi dengan mengalokasikan anggaran. Tidak ada alasan bahwa pengoperasian mobil tangki terkendala biaya.

Selain itu bekerja sama dengan pemilik sumur bor yang terinventaris memiliki debit air bagus. Berumber dari hal ini maka air terdistribusi untuk warga. Upaya ini telah dilakukan Pemkot Kupang, sehingga kita patut mengapresiasi.

Untuk jangka panjang, Pemkot perlu membangun bak penampung air di wilayah yang sering dilanda krisis air bersih. Sarana ini harus ada sehingga air yang didistribusi dengan menggunakan mobil tangki dapat ditampung kemudian diambil untuk dimanfaatkan masyarakat. Semoga. *

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved