Breaking News:

Kota Kupang Zona Merah, Siswa SMAN 5 Kupang Serba-Serbi Pembelajaran Online

Kota Kupang zona merah, siswa SMAN 5 Kupang serba-serbi pembelajaran online

POS-KUPANG.COM/RAY REBON
Pose bersama Kepala sekolah SMAN 5 Kupang Veronika Wawo Dheo, S. Pd. M. Pd dengan peserta didik selesai berkunjung ke rumah atau asrama, Kamis (17/09/2020) 

POS-KUPANG.COM | KUPANG-- Kasus positif Covid-19 di Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) semakin meningkat perhari, khususnya wilayah Kota Kupang masuk zona merah. Sehingga peserta didik di SMAN 5 Kupang lakukan serba-serbi pembelajaran online dari rumah.

"Siswa atau peserta didik SMAN 5 Kupang lakukan pembelajaran daring dari rumah, karena Wilayah Kota Kupang sudah masuk Zona Merah," ujar kepala sekolah SMAN 5 Kupang, Veronika Wawo Dheo, S. Pd. M. Pd kepada POS-KUPANG.COM, Rabu (17/09/2020).

Terkait dengan pembelajaran dari rumah, kata Veronika, peserta didik SMAN 5 Kupang ada serba-serbi pembelajaran dari rumah.

Letakan Batu Pertama Pembangunan Puskesmas Lemarang, Ini Pesan Bupati Deno

Ia menungkapkan, untuk para guru, penjaga sekolah dan bagian administrasi datang ke sekolah untuk lakukan aktivitas dari sekolah seperti mengirim tugas kepada para peserta didik dan aktivitas lainnya dari sekolah.

"Serba-serbi pembelajaran dari rumah, saya langsung temukan dilapangan ketika saya pergi mengunjungi para peserta didik di rumah mereka," ujarnya.

Peserta SKB CPNS 2020 di Manggarai Wajib Jalani Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19

Veronika mengatakan, dari pada habiskan waktu diruangan, lebih baik dirinya berkunjung ke rumah peserta didik, untuk melihat keadaan keluarga mereka sekaligus mengontrol proses kegiatan pembelajaran peserta didik di rumah secara langsung.

"Waktu saya berkunjung langsung ke rumah para peserta didik, banyak hal-hal aneh yang beraneka ragam yang saya temui seperti, ada siswa atau siswi yang sudah mulai pembelajaran tapi baru mulai pakai seragam sekolah, ada yang masih kerja bantu orang tua, ada juga yang sudah siap untuk lakukan pembelajaran," tuturnya

Ia menyampaikan, untuk kegiatan pembelajaran itu tepat pukul 07.15 Wita, para guru wali kelas sudah lakukan pembelajaran zoom meeting dengan peserta didiknya.

Jadi, kata Veronika, di SMAN 5 ada sistem wali kelas A dan B. Namun juga ada guru ASU yang mengajar 15 peserta didik terbagi dari kelas X (5 orang), kelas XI (5 orang), dan kelas XII juga (5 orang). Sehingga apabila peserta didik dipantau oleh wali kelas, maka dapat dipantau oleh guru ASU, atau Pokja kesiswaan turun langsung ke rumah peserta didik untuk mengecek dan mengontrol para peserta didik.

Hampir semua peserta didik ini mendapat perhatian dan terjangkau dengan baik.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved