Breaking News:

Pilkada Sumba Timur

Pilkada Sumba Timur - Oktavianus : Kami Jaga Betul Untuk Hindari Kluster Pilkada

"Kami di KPU tidak ingin, tiba-tiba ada kasus Covid-19 yang muncul dari kluster pilkada. Kondisi itu kami jaga betul untuk menghindari adanya kluster

POS-KUPANG.COM/Robert Ropo
Ketua KPU Sumba Timur, Oktavianus Landi 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM/WAINGAPU - "Kami di KPU tidak ingin, tiba-tiba ada kasus Covid-19 yang muncul dari kluster pilkada. Kondisi itu kami jaga betul untuk menghindari adanya kluster baru selama pilkada," .

Hal ini disampaikan Ketua KPU Sumba Timur, Oktavianus Landi, S.E, Rabu (16/9/2020).

Menurut Oktavianus, pihaknya tidak ingin di kemudian waktu ada kasus Covid-19 dari kluster pilkada atau kluster KPU.

"Kami tidak mau nanti disebut itu kluster KPU atau kluster pilkada. Oleh karena itu, kami jaga betul dengan penerapan protokol kesehatan," kata Oktavianus.

Dijelaskan, sejumlah tahapan Pilkada sedang dilaksanakan dan semuanya harus mengedepankan protokol kesehatan.

Lebih lanjut dikatakan, protap baku pencegahan Covid-19 itu seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak.

"Kami juga lakukan pencegahan seperti menyemprot disinfektan terhadap dokumen-dokumen. Itu sudah kami lakukan sejak penerimaan pendaftaran. Kalau di KPU salah satu hal yang penting juga ialah pemeriksaan suhu tubuh," katanya.

Dikatakan, sejak penerimaan pendaftaran bakal pasangan calon (Bapaslon), pihaknya telah menerapkan protokol kesehatan, selain memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak, ada juga pemeriksaan suhu tubuh dan juga disinfektan.

"Ada dokumen-dokumen tertentu kami semprot disinfektan. Ini untuk mengantisipasi sekaligus upaya pencegahan penyebaran Covid-19," katanya.

Sedangkan soal penerapan protokol kesehatan ketika kampanye nanti, ia mengatakan, sesuai PKPU terbaru, pelibatan masa dalam kampanye sangat diperhatikan.

"Tatap muka dibatasi, yakni pertemuan terbatas hanya dihadiri 50 orang dalam ruangan. Sedangkan rapat umum maksimalkan 100 orang dan tentu dalam wilayah yang sesuai gugus tugas bahwa wilayah itu termasuk zona hijau," ujarnya.

Tidak Ada Jaringan Internet, Siswa di Keotengah Susah Belajar Via Daring

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved