Breaking News:

Temuan Janin Bayi di Sikka

GEGER Janin Terbungkus Plastik Ditemukan di Kebun Mete, Dikira Bangkai Binatang, Begini Kronologinya

Janin perempuan ditemukan terbungkus kantong plastik di kebun jambu mente Desa Tuabao, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, Senin (14/9)

FOTO POLRES SIKKA UNTUK POS-KUPANG.COM
JANIN-Tim Identifikasi Polres Sikka sedang melakukan olah TKP kasus penemuan janin perempuan yang ditemukan di kebun mente warga Desa Tuabao, Kecamatan Waiblama, Sikka. 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Aris Ninu

POS KUPANG, COM, MAUMERE -Janin perempuan ditemukan terbungkus kantong plastik di kebun jambu mente Desa Tuabao, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, Senin (14/9) sekitar pukul 08.00 Wita.

Kebun jambu mente milik Patrisius Nong Pit. Kasus ini ditangani Pospol Talibura Polsek Waigete. Peristiwa ini dibenarkan Kapolres Sikka AKBP Sajimin melalui Kasubag Humas, AKP Petrus Kanisius ketika dikonfirmasi di Maumere, Selasa (15/9).

Berdasarkan keterangan saksi, pada Senin sekira pukul 08.00 Wita, ada warga pergi ke kebun untuk memilih jambu mente. Saat tiba di tempat kejadian perkara (TKP), ada tumpukan batu dan gemburan tanah.

Selanjutnya saksi yang tidak disebutkan namanya, menyampaikan kepada Ketua RT setempat supaya menanyakan kepada warga, siapa yang mengubur bangkai binatang di kebunnya. Ketua RT menjawab, "Di sini tidak ada binatang yang mati".

Beberapa saat kemudian, warga bersama Kepala Desa Tuabao Thomas Tota tiba di TKP. Kemudian menggali tumpukan tanah dan mendapati kantong plastik warna biru dan hitam. Setelah dibuka, ditemukan janin sehingga Kepala Desa Tuabao Thomas Tato langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Pospol Talibura Polsek Waigete.

Pada pukul 09.00 Wita, anggota Pospol Talibura dan Polsek Waigete serta Paur Identifikasi Polres Sikka bersama anggota menuju lokasi dan melakukan olah TKP. Petugas Puskesmas Tanarawa, dr Maria Taroci Kuna melakukan pemeriksaan luar kondisi janin sehingga diketahui berjenis kelamin perempuan.

Janin perempuan yang sudah tidak bernyawa dimakamkan, di samping barat Kantor Desa Tuabao, Senin malam. Proses penguburan dilakukan usai aparat Pospol Talibura Polsek Waigete dan Polres Sikka bersama aparat Desa Tuabao melakukan olah TKP. Pemakaman janin diawali penyerahan dari polisi kepada Kepala Desa Tuabao Thomas Tota.

Kepala Desa Tuabao Thomas Tota mengaku prihatin dengan kasus buang bayi di desanya. Menurutnya, kejadian ini merupakan yang pertama.

"Ini sungguh mengejutkan. Ini kasus pertama dan sebelumnya tidak ada kasus seperti ini. Kita lagi bekerjasama dengan semua petugas kesehatan dan warga mencaritahu siapa pelakunya. Mudah-mudahan bisa terungkap pelakunya," kata Thomas saat dihubungi via telepon, Selasa siang..

BREAKING NEWS: Pembuang Bayi di Sikka Terungkap, Ternyata Wanita Setengah Baya

Polisi belum memastikan pelaku pembuang janin perempuan. Penyidik Pospol Talibura Polsek Waigete sudah memeriksa saksi-saksi. Polisi berkoordinasi dengan aparat desa dan tenaga kesehatan untuk mendata kaum ibu yang hamil di Desa Tuabao.

"Pelaku masih dicari tahu dengan memeriksa saksi-saksi. Kita berharap warga dan aparat desa bisa membantu memberikan informasi," kata Kasubag Humas Polres Sikka, AKP Petrus Kanisius.

Praktisi Hukum Viktor Nekur, SH mendesak Polres Sikka mengungkap pelaku pembuang buang bayi perempuan di kebun jambu mente.

"Perbuatan pelaku sangat tidak pantas. Maka itu polisi harus ungkap siapa pelakunya. Bila perlu pelaku dan suamiya harus ditangkap dan diproses. Ini sangat menyedihkan dan memprihatinkan," kata Viktor. *

Penulis: Aris Ninu
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved