Breaking News:

Renungan Harian Katolik

Pesta Salib Suci - Per Crucem ad Lucem: Salib Mendekatkan Jarak

Salib bukan sekedar simbol kekristenan, tetapi salib adalah tanda pengingat kepada kita bahwa orang lain harus diselamatkan.

Dok Pribadi
RD. Frid Tnopo 

Renungan Harian Katolik, Senin 14 September 2020, Pesta Salib Suci

Salib Mendekatkan Jarak
Oleh: RD. Frid Tnopo

POS-KUPANG.COM - Dunia menawarkan banyak hal dan manusia dituntut untuk membuat pilihan. Pilihan yang diambil, tentu harus didasarkan atas asas kebutuhan yang mendesak.

Pilihan yang tepat atas dasar asas kebutuhan yang mendesak adalah memilih dan melakukan sesuatu demi kebaikan sesama sembari mengingkari kesenangan sendiri.

Di tengah dunia yang sarat materialisme dan individualisme, asas kebutuhan yang mendesak itu seringkali terabaikan.

Manusia berjuang untuk mengumpulkan segala sesuatu demi kenyamanan dan prestise sembari meniadakan dan mencaplok manusia lainnya.

Dengan demikian jarak antara manusia makin lama makin jauh. Otomatis jarak manusia dengan Tuhan pun akan semakin jauh.

Hari ini Yesus memberikan contoh langsung dari Diri-Nya sendiri. Walaupun dalam rupa Allah, Ia tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib, (Flp, 2: 6-8).

Yesus sungguh-sungguh mengingkari diri-Nya demi keselamatan manusia. Tidak ada pilihan sedikit pun untuk kesenangan diri-Nya.

Bagi Yesus, yang mendesak adalah keselamatan manusia.

Demi keselamatan manusia, Dia perlu menjadi senasib dan serasa dengan manusia. Yesus mengambil inisiatif mendekatkan jarak-Nya dengan manusia. Itulah sebabnya Ia memilih salib.

Halaman
12
Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved