Breaking News:

Pemda Manggarai Timur Usul 3000 Pelaku UMKM Untuk Peroleh Dana Bantuan Pemerintah Pusat

Pemda Manggarai Timur usul 3000 pelaku UMKM untuk mendapatkan bantuan Pemerintah Pusat

Pemda Manggarai Timur Usul 3000 Pelaku UMKM Untuk Peroleh Dana Bantuan Pemerintah Pusat
POS-KUPANG.COM/Dok Pribadi
Kepala Dinas Koperindag dan UKM Kabupaten Matim Fransiskus Petrus Sinta, SP.,MMA

POS-KUPANG.COM | RUTENG----Pemerintah daerah Kabupaten Manggarai Timur mengusulkan 3000 lebih Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah ( UMKM) untuk diverifikasi guna mendapatkan bantuan dari Pemeritah Pusat untuk penanganan dampak Covid-19.

Kepala Dinas Koperindag dan UKM Kabupaten Matim Fransiskus Petrus Sinta, SP.MMA kepada POS-KUPANG.COM, Senin (14/9/2020) menjelaskan, akibat pandemi Covid-19 pendapatan bagi para pelaku UMKM di Kabupaten Matim merosot. Untuk itu, Pemerintah Pusat akan memberikan bantuan dana untuk pelaku UMKM di Matim khususnya ditangani oleh Dinas Koperindag dan UKM Kabupaten Matim.

KPU Sumba Barat Tetapkan Daftar Pemilih Sementara Pilkada 2020 Sebanyak 83.437 Pemilih

Bantuan dana tersebut, jelas Kadis Fransiskus sebesar Rp 2.4 juta/pelaku usaha Mikro. Karena itu, pihaknya sudah melayangkan surat ke setiap desa/kelurahan untuk semua pelaku usaha Mikro untuk didata semua guna pihaknya kirim ke Pemerintah Pusat.

Untuk mendapatkan bantuan dana tersebut, jelas Kadis Fransiskus juga harus melengkapi sejumlah persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi diantaranya memiliki NIK, memiliki nomor rekening bank, miliki surat keterangan dari desa/kelurahan yang berkaitan dengan usaha, sehingga usaha mereka betul-betul tercatat sehingga bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat tidak salah sasaran.

Bawaslu Sumba Barat Imbau Penyelenggara Pemerintah Dan Partai Politik Kawal Data Pemilih

"Sehingga berdasarkan usulan dari desa/kelurahan semuanya sudah kita usul ke Pemerintah Pusat. Kurang lebih yang kita usulkan sebanyak 3000 an pelaku usaha Mikro,"jelas Kadis Fransiskus.

Kadis Fransiskus juga menegaskan, 3000 an pelaku usaha Mikro yang diusulkan itu akan diverifikasi kembali oleh Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian dan juga Bank Penyalur tentu yang memenuhi segala persyaratan termasuk belum pernah mendapatkan bantuan lainya dari Pemerintah akan layak mendapatkan bantuan itu. Sehingga berpeluang tidak semua pelaku UMKM yang diusulkan mendapatkan bantuan dana tersebut.

"Karena berdasarkan informasi yang kami peroleh dari pihak Bank Penyalur BRI, banyak NIK yang dikirim tidak terkonek di pusat, sehingga ini juga menjadi kegagalan. Sehingga harapan kita dari 3000 an pelaku UMKM yang kita kirim mudah-mudahan setengahnya bisa mendapatkan bantuan itu,"ungkap Kadis Fransiskus.

"bantuan ini juga benar-benar diberikan kepada mereka (pelaku UMKM) yang belum pernah mendapatkan bantuan dari Pemerintah. Jadi harapan kami juga kepada masyarakat jangan mengharapkan yang kami data ini semuanya mendapatkan bantuan dana ini karena masih dilakukan verifikasi, pada prinsipnya Dinas hanya sebagai jembatan untuk menghubungkan antara Pemerintah Pusat dan pelaku UMKM itu sendiri,"pungkas Kadis Fransiskus. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved