Breaking News:

SBM Gandeng TBSA, Jawab Kebutuhan Pembangunan Infrastruktur NTT dengan Produk Pracetak

PT Sinar Bangun Mandiri ( SBM) menggandeng PT. Tugu Beton Semesta Abadi ( TBSA) untuk menghadirkan berbagai produk pracetak

SBM Gandeng TBSA, Jawab Kebutuhan Pembangunan Infrastruktur NTT dengan Produk Pracetak
POS-KUPANG.COM/ELLA UZU RASI
Dirut PT. SBM, Marcel Fanggidae dan Dirut PT. TBSA, Fullen Surjana bersalaman sebagai tanda kerjasama dimulai secara resmi

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Menjawab kebutuhan pembangunan infrastruktur di Nusa Tenggara Timur ( NTT) khususnya Kota Kupang, Perseroan Terbatas (PT) Sinar Bangun Mandiri ( SBM) menggandeng PT. Tugu Beton Semesta Abadi ( TBSA) untuk menghadirkan berbagai produk pracetak.

Kerjasama operasional (KSO) ini dikukuhkan dalam media gathering Pengenalan Produk Pracetak SBM KSO TBSA, yang diselenggarakan pada Sabtu (12/09/2020) di Palacio Ballroom Aston Kupang.

Direktur Utama SBM KSO TBSA, Marcel Fanggidae pada kesempatan itu mengatakan, bisnis pracetak kedepan sangat menjanjikan karena dua hal.

Dua Srikandi di Malaka Berjibaku Menantang Alam Demi Suksesnya SP2020

"Yang pertama, kita lihat bahwa proyek - proyek yang ada itu banyak ke daerah NTT, yang kedua, untuk percepatan pembangunan dimana tidak terlepas dari beton pracetak" jelas Marcel.

"Mungkin kita bisa lihat mulai dari pembangunan infrastruktur pembangunan gedung, pengairan, sampai bendungan pasti disitu ada beton readymix. Dimana ada readymix pasti disitu ada beton pracetak" lanjutnya.

Penggunaan readymix, menurut Marcel, untuk kota - kota besar seperti Jakarta, sepuluh tahun lalu sudah menggunakan readymix.

Ambruk, Jembatan Arawawo Dibangun Pakai Dana Desa

"Kita lihat Surabaya, enam tujuh tahun lalu sudah menggunakan readymix. Kita di Kupang baru menggunakan readymix baru sekitar dua tahun terakhir" katanya.

Produk pracetak dilihat dari hasil kerjanya. Waktu yang digunakan tidak terlalu banyak, praktis kemudian kuat dan biaya lebih murah.

Menurut marcel, di kota Kupang sendiri pertumbuhan boleh dibilang masih sangat minim.

"Karena kita lihat di kota - kota besar sudah berjalan cukup lama dan masih tersisa saja bagian - bagian yang belum terpasang sedangkan Kupang ini baru mulai. Jadi berarti masih banyak peluang untuk kedepan" urainya.

Halaman
12
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved