Breaking News:

Kepala SMAK Giovanni Kupang : Peralatan Laboratorium Tidak Menunjang

Begini kata Kepala SMAK Giovanni Kupang, Romo Stefanus Mau mengatakan soal siswa di NTT mengikuti lomba dikancah nasional

POS-KUPANG.COM/MICHAELLA UZURASI
Para siswa pemenang KSN-P bersama para guru pembimbing dan Kepala Sekolah 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kepala SMAK Giovanni Kupang, Romo Stefanus Mau mengatakan, untuk mengikuti lomba dikancah nasional, para siswa di NTT sangat menguasai materi namun saat praktikum, kebanyakan mereka kalah.

"Anak - anak sini bisa kuasai materi tapi prakteknya itu, kita kadang kalahnya di praktikum karena peralatannya sangat kurang dan sudah kadaluarsa" ujar Romo Stefanus.

Untuk itu ia berharap, hal ini juga menjadi perhatian pemerintah untuk sekolah - sekolah agar menyediakan peralatan yang cukup untuk menunjang pembelajaran para siswa.

JKMC Bantu Benih Sayur Senilai Rp 7,5 Juta Untuk Umat Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong

"Untuk bersaing di kancah nasional, soal teori kemampuan anak - anak tidak diragukan. Mereka mampu. Namun terkadang ketika praktikum, ketika disodorkan alat praktikum, kadang mereka tidak tahu" terangnya.

"Adakalanya anak - anak tidak tahu ini peralatan apa fungsinya apa sehingga kita sangat kalah" lanjutnya lagi.

Di Sikka, Warga Belum Taati Protokol Kesehatan, Ini Kata Wabup Sikka

Romo Stefanus mengatakan, ia sempat berpikiran tentang kemungkinan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Nusa Tenggara Timur (NTT) mengadakan peralatan praktikum untuk siswa.

"Waktu lalu saya pernah ada pemikiran apakah mungkin Dinas P dan K provinsi itu menyediakan peralatan praktikum, lalu misalnya dipercayakan kepada satu sekolah untuk mengelola dan itu bisa dipakai oleh sekolah - sekolah lain" ungkapnya.

Ia mengakui, siswa / siswi dari NTT yang sebelumnya mengikuti lomba ditingkat nasional kalah dibidang praktikum karena keterbatasan peralatan di lembaga pendidikan NTT.

"Memang kita kalahnya di praktek. Peralatan jauh dari yang diharapkan sehingga ditingkat nasional untuk praktikum kita tidak bisa bersaing" jelas Romo Stefanus.

Ia berharap, pemerintah bisa memperhatikan kebutuhan sekolah akan alat - alat praktikum sehingga bisa menunjang pembelajaran para siswa.

"Mungkin pemerintah bisa menyiapkan sarana prasarana berkaitan dengan peralatan praktikum dibidang IPA, apalagi dibidang Astronomi, Kebumian dan Kimia, banyak kita tidak punya alat sehingga kita tidak tahu. Sampai di tempat lomba disodorkan alat - alat tidak tahu dipakainya bagaimana" ujarnya penuh harap.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved