Breaking News:

Banding Perkara Korupsi Kredit Fiktif Bank NTT, Linda dan Hadmen Puri Diganjar Hukuman Berat

Putusan banding perkara korupsi kredit fiktif Bank NTT, Linda Liudianto dan Hadmen Puri diganjar hukuman berat

POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Terdakwa Linda Liudianto bersalaman dengan Jaksa penuntut umum usai sidang pembacaan vonis pada perkara Korupsi Kredit Fiktif Bank NTT Cabang Kupang, 6 Juli 2020. 

Putusan banding perkara korupsi kredit fiktif Bank NTT, Linda Liudianto dan Hadmen Puri diganjar hukuman berat

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Dua terdakwa kasus kredit fiktif Bank NTT KCU Kupang tahun anggaran 2018 senilai Rp 5 miliar diganjar hukuman lebih berat dari putusan sebelumnya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Kupang.

Terdakwa Linda Liudianto dan terdakwa Hadmen Puri bahkan diputus dua kali lipat dari putusan pada pengadilan tingkat pertama.

Hakim banding yang dipimpin F. Willem Saija, SH., MH selaku Ketua dengan anggota Yohanes Priyana , SH,MH dan Idrus, SH.,MH menerima permohonan bandik Jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Kupang Kota dan penasehat hukum Linda Liudianto.

Tidak Ada Tambahan Kasus Positif Hari Ini, Total Kasus Covid-19 NTT 213 kasus

Amar putusan Nomor : 22/Pid.Sus-TPK/2020/PT.Kpg tanggal 31 Agustus 2020 juga membatalkan Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada pengadilan Negeri Kupang Kelas IA Nomor : 06/Pid.Sus-TPK/2020/PN.Kpg tanggal 6 Juli 2020 yang dimohonkan banding tersebut.

"Kita sudah terima pemberitahuan Putusan Pengadilan Banding terhadap putusan atas nama terdakwa I Linda Liudianto dan terdakwa II Hadmen Puri pada hari ini," ujar Hendrik Tip, Jaksa Penuntut Umum dalam perkara Tindak Pidana Korupsi Pemberian Kredit kepada PT.Cipta Eka Puri pada Bank NTT KCU Kupang Tahun 2018 saat dihubungi POS-KUPANG.COM pada Rabu (9/9).

In Memoriam, Jakob Oetama di Mata Wagub Josef Nae Soi : Humble, Visioner dan Nasionalisme Tinggi

Hendrik menjelaskan, dalam putusan banding, hakim banding Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Tinggi Kupang mengadili sendiri dengan amar menyatakan bahwa terdakwa Linda Liudianto dan terdakwa Ir. hadmen Puri terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama - sama sebagaimana dalam dakwaan primair.

"Dalam putusannya, Pengadilan Banding menghukum terdakwa Linda Liudianto, SE dengan pidana penjara selama delapan tahun dan terdakwa Ir.HADMEN PURI dengan pidana penjara selama tujuh tahun," kata Hendrik.

Selain itu, lanjut Hendrik, pengadilan banding juga menghukum para terdakwa untuk membayar denda sebesar Rp. 400 juta subsider 6 bulan kurungan untuk terdakwa Linda Liudianto dan denda sebesar Rp. 300 juta subsider 6 bulan kurungan untuk terdakwa Ir. Hadmen Puri. Keduanya juga harus membayar dengan biaya perkara masing - masing sebesar Rp.2.500.

Terhadap putusan tersebut, Hendrik yang bertindak selaku Jaksa Penuntut Umum akan segera melaporkan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kupang.

Halaman
123
Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved