Breaking News:

Berita Kota Terkini

Izin Operasional Dicabut Jika Masih Lakukan Tatap Muka Pembelajaran di Sekolah

Pada sidang banggar ini Okto menyampaikan pagu anggaran 2019 Rp 359 miliar 346 juta 449 ribu 369, dengan realisasinya Rp 341 miliar 035 juta 498 ribu

Pos Kpg.Com/Yen
POSE BERSAMA -- Ketua DPRD kota Kupang, Yeskiel Loudoe, didampingi para Wakil dan Anggota Banggar pose bersama Pemerintahan Kota Kupang usai Sidang Banggar, Rabu (9/9). 

Kotak Masuk
x

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Kupang menggelar Sidang Banggar lanjutan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang di Ruang Sidang Kantor DPRD Kota Kupang, Rabu (9/9).

Sidang Banggar Rancangan Pertanggungjawaban APBD Kota Kupang tahun Anggaran 2019 ini hari ini dipimpin Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe, Wakil Ketua I, Padron Paulus dan Wakil Ketua II, Christian Baitanu, dihadiri oleh anggota Banggar, Adi Talli, Epy Seran, Yoseph Jemari Dogon, Maudy Dengah, Anatji Ratu Kitu dan Thobia Pandie . Sedangkan dari pemerintah dihadiri Plh Sekretaris Daerah, Elvianus Wairata dan jajarannya.

Christian Baitanu, mendorong agar Dinas Pendidikan melakukan pemekaran SD Inpres Oeleta karena rombongan belajar terlalu banyak. "Beberapa kali dalam persidangan selalu diangkat, karena rombongan belajar sudah mencapai hampir 1000 orang. Untuk itu harus ada pemekaran menjadi dua SD dan lahannya sudah ada. Kalau pemekaran, ada gedung camat lama bisa digunakan," tuturnya.

Selanjutnya, menyangkut SD Inpres NBS dalam pembahasan perangkat daerah terkait anggaran pembangunan pagar sudah ada, tapi belum dilaksanakan.

Hal lain disampaikan anggota Banggar, Epy Seran, yang meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota untuk memberi penegasan pada sekolah-sekolah yang melakukan tatap muka meskipun secara shift di sekolah.

Padron Paulus mempertanyakan nominal anggaran yang cukup besar pada pembinaan minat bakat dan kreatifitas yang sangat besar sekira Rp 6 miliar 982 juta 259 ribu.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang, diwakili Kepala Bidang Pembinaa Pendidikan Dasar, Okto Naitboho menjelaskan secara normatif pemekaran sekolah sudah memenuhi syarat dari sisi jumlah siswa. Karena sekolah SD Inpres Oeleta meruppakan siswa terbanyak urutan keempat se-kota Kupang, tapi terkendala tanah.

"Seperti apa yag sudah disampaikan tanahnya sudah ada maka dinas siap melakukan pemekaran. Namun pemekaran akan dilakukan pada tahun ajaran baru sehingga tidak mengganggu," ujarnya.

Terkait anggaran untuk pagar di SD NBS karena waktu pengerjaan yang tidak memungkinkan maka anggaran tersebut telah disetorkan kembali dan akan dianggarkan lagi.

Ia juga menyampaikan pembelajaran dalam masa pandemi Covid-19 ini, Dinas pendidikan bekerja berdasarkan Surat Keputusan empat menteri. Dimana empat daerah yang masuk dan zona merah dan zona orange dilarang melakukan pembelajaran dalam bentuk tatap muka. Pembelajaran tatap muka di sekolah hanya bisa dilakukan di daerah yang berzona hijau dengan tiga persyaratan yaitu ijin kepala daerah, orangtua dan menerapkan protokol kesehatan.

"Sesuai siaran pers Provinsi dan Kota status Provinsi dan Kota Kupang berada pada zona merah. Oleh karena itu dinas melaran keras zona untuk tidak ada pembelajaran tatap muka di sekolah. Dinas telah memberikan teguran pertama lewat surat kepada sekolah-sekolah terutama sekolah-sekolah swasta, jika tidak diindahkan maka akan diberikan teguran kedua, tidak juga maka ijinnya akan dicabut," tuturnya.

Dijelaskannya terkait anggaran pembinaan dan minat bakat yang begitu besar, kata Okto, diperuntukkan pada O2SN, lomba motivasi dan kreatifitas siswa dan pengadaan pakaian seragam TK untuk 2765 siswa, SD, 151954 dan SMP 41584 siswa.

"Ketika pengadaan pakaian seragam disetujui tetapi belum ada nomenklatur maka dititipkan pada nomenklatur yang agak berdekatan," ujarnya.

Pada sidang banggar ini Okto menyampaikan pagu anggaran 2019 Rp 359 miliar 346 juta 449 ribu 369, dengan realisasinya Rp 341 miliar 035 juta 498 ribu 757 (94,90 persen), tidak terserap Rp 18 miliar 310 juta 950 ribu 612 (5,10 persen) untuk 16 program dan 58 kegiatan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

POSE BERSAMA -- Ketua DPRD kota Kupang, Yeskiel Loudoe, didampingi para Wakil dan Anggota Banggar pose bersama Pemerintahan Kota Kupang usai Sidang Banggar, Rabu (9/9).
POSE BERSAMA -- Ketua DPRD kota Kupang, Yeskiel Loudoe, didampingi para Wakil dan Anggota Banggar pose bersama Pemerintahan Kota Kupang usai Sidang Banggar, Rabu (9/9). (Pos Kpg.Com/Yen)
Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved