Rabu, 3 Juni 2026

Polisi Terus Selidiki Kasus Terbakarnya Rumah Adat di Ile Ape

Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan terhadap penyebab kebakaran kompleks rumah adat di Kampung lama Napaulun

Tayang:
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/RICKO WAWO
Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday meninjau langsung kondisi kampung adat Napaulun milik Desa Napasabok dan Desa Bunga Muda yang dilalap api pada Kamis (3/9/2020). 

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan terhadap penyebab kebakaran kompleks rumah adat di Kampung lama Napaulun yang terjadi akhir Agustus kemarin. Kebakaran itu pun meratakan sebanyak 26 rumah adat milik warga Desa Bungamuda dan Napasabok, Kecamatan Ile Ape.

Kapolres Lembata AKBP Yoce Marthen melalui Kasat Reskrim Iptu Komang Sukamara menerangkan pihaknya sedang mencari tahu pelaku penyebab kebakaran rumah adat. Apakah benar ada dugaan kesengajaan atau pengendara kendaraan yang ceroboh membuang puntung rokok dan merambat sampai ke lereng Gunung Ile Ape, di mana lokasi kompleks rumah adat berada. Termasuk dugaan api yang merambat dari kebun warga yang dibakar.

Di Hadapan Ribuan Massa Hadiri Deklarasi, Deno-Madur Ajak Berpolitik Santun dan Cerdas

"Untuk sementara sumber api masih kita lacak dulu bersama pihak kehutanan. Kita sudah koordinasi dengan pemerintah daerah, kehutanan dan pemerintah desa untuk mencari tahu penyebab kebakaran ini karena kesengajaan atau faktor lain," kata Komang saat dihubungi, Jumat (4/9/2020)

Belajar dari musibah ini, Komang mengimbau kepada masyarakat supaya tidak membakar lahan dan hutan. Pihak kepolisian dan semua stakeholder juga sudah terus melakukan imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat supaya tidak membuka lahan kebun dengan cara dibakar.

TNI-Polri Amankan Tahapan Pendaftaran Pilkada TTU

Camat Ile Ape, Simon Emi Langoday, mengatakan, kerugian akibat kebakaran rumah adat di kampung lama Napaulun sekitar 520 juta rupiah. Tidak terhitung total kerugian barang pusaka yang terbakar dilalap api.

Kampung adat Napaulun adalah kampung asal warga yang kini bermukim di Desa Napasabok (Mawa) dan Desa Bunga Muda, kecamatan Ile Ape. Warga setempat menyebutnya sebagai Lewo Nolungen. Di kampung adat Napaulun, bermukimlah warga 35 Suku atau marga dengan struktur dan pranta adat yang disebut (Rie, Lake, Lango).

Ke-35 suku tersebut yakni:

Laga Making Bikolangun, Koli Making Muday Puken, Lamanuk Muday Puken, Nimanuho, Lopot Making, Balawala, Lopot Making, Kolimaking Naming Langun, Nimanuho Wato Nadong, Nimanuho Namang Wutun, Balawala Naming Wutun, Lemanuk, Lemanuk (Hapeng Tuak), Hurek Making (Lango uay), Taran Wanan Uran Wai, Laper Making, Niha Making (Namang Lolon), Paokuma, Hurek Making Tapo Puken, Hurek Making Gatingen, Waolangun Bikolangun, Nihamaking Mangu Wurin, Nihamaking Payong Sira, Nihamaking Lewo Weran, Waolangun Bikolangun, Ladopurab Rie Mekin, Laga Making Bikololon, Hurek Making Awololong, Ladopurap Biko Tukan, Paokuma Hapeng Tuak, Paokuma Lewo Weran, Hurek Making Langotukan, Niha Making Higun Wanan, Ladopurap Rie Wanan, Lamarongan.

Dalam peristiwa kebakaran yang melanda wilayah Desa Bunga Muda, Minggu (30/8/2020), sebanyak 26 (bukan 28 unit rumah adat yang terbakar, sebagaimana diberitakan sebelumnya).

Rumah adat yang terbakar yakni, Laga Making Bikolangun, Koli Making Muday Puken, Lemanuk Muday Puken, Nimanuho, Lopot Making, Balawala, Lopot Making, Koli Making Namang Langun, Nimanuho Wato Nadong, Nimanuho Namang Wutun, Balawala Namang Wutun, Lemanuk Hapeng Tuak, Hurek Making Lango Uay, Taran Wanan Uran Wai, Laper Making, Niha Making Namang Lolon, Paokuma, Hurek Making Tapo Puken, Hurek Making Gatingen, Waolangun Bikolangun, Niha Making Mangu Wurin, Niha Making Payong Sira, Niha Making Lewo Weran, Waolangun Biko Lolon, Ladopurap Rie Mekin.

Sembilan rumah adat selamat dari bencana Kebakaran yakni:

Lagan Making Lewolein, Hurek Making Awololong, Ladopurap Biko Tukan, Paokuma Hapeng Tuak, Paokuma Lewo Weran, Hurek Making Tapo Puken, Nihamaking Higun Wanan, Ladopurap Rie Wanan, Lamarongan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved