Breaking News:

Cita Citata: Lawan Penyakit

Penyanyi dangdut Cita Citata menceritakan pengalamannya melawan penyakit yang telah diidapnya selama lima tahun

Editor: Kanis Jehola
instagram
Cita Citata dan Jordi Onsu 

POS-KUPANG.COM - MELALUI akun Instagram-nya, penyanyi dangdut Cita Citata menceritakan pengalamannya melawan penyakit yang telah diidapnya selama lima tahun. Cita Citata mengatakan, gejala awal penyakitnya itu adalah kulit yang terlihat memerah, bentol-bentol, dan terasa gatal.

"Pokoknya setiap kena benda yang agak sedikit tajam, perubahan udara dingin atau panas langsung memerah, kena debu dan kotor juga, itu sangat mengganggu sekali," tulis Cita Citata seperti dikutip Kompas.com, Kamis (3/9/2020).

Ingin mengetahui lebih lanjut tentang penyakitnya, Cita Citata mencoba berbagai cara, seperti cek alergi, suntik stemcell, minum obat hingga vitamim, hingga pergi ke dokter dan profesor terbaik.

Airlangga Hartarto, Perang Melawan Resesi: Targetkan Vaksinasi 1 Juta Orang per Hari

"Tapi enggak pernah ada hasil, selalu nihil. Beberapa profesor bilang sistem imun ku yang terganggu dan aku selalu pikir aku baik-baik saja, engga pernah ada sakit, lelah atau gampang capek," ungkapnya.

Lama-lama Cita Citata tidak mengambil pusing. Pelantun lagu "Sakitnya Tuh di Sini" itu hanya menjawab alergi jika ada orang yang tanya tentang warna merah di kulitnya. Akhir Agustus 2020, kondisi Cita Citata kembali drop saat ia merasa meriang dan mengalami panas tinggi hingga 39 derajat Celsius.

Ribuan Massa Hadiri Deklarasi Paket Deno-Madur

Dia merasa panik karena gejala yang ia alami mirip seperti penderita Covid-19. Cita Citata pun memeriksakan diri, kali ini ia memanggil dokter ke rumah. Dari pemeriksaan, dokter mendiagnosis Cita menderita streptococcus tonsillitis.

"(Streptococcus tonsillitis) adalah pembengkakan amandel. Dokter menyarankanku untuk melakukan operasi pengangkatan," ujarnya.

Setelah operasi, Cita Citata baru mengetahui bahwa amandelnya itu sudah rusak dan berlubang besar. Pemilik nama lahir Cita Rahayu kini senang lantaran dua hari pertama pascaoperasi ia sudah tidak melihat gejala merah, bentol, dan gatal lagi pada kulitnya.

"Ternyata memang amandel (tonsil) ini berperan penting untuk sistem kekebalan tubuh. Tapi kalau sudah tidak berfungsi justru malah akan menjadi penyakit untuk tubuh kita sendiri," tulis Cita Citata.

"Dan sekarang aku masih di fase penyembuhan pascaoperasi, tapi masih engga nyangka "alergi" ku sembuh dan engga pernah kumat lagi," ujarnya. (kompas.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved