Breaking News:

INDONESIA Harus Waspada pada China yang akanSelalu Bermuka DuaSoal Laut China Selatan,Ada NiatBusuk

China mengklaim hampir 90 persen wilayah Laut China Selatan. Klaim sepihak itupun ditolak oleh negara-negara ASEAN serta Eropa dan Amerika

TRIBUNNEWS/SETPRES/AGUS SUPARTO
Presiden Joko Widodo mengunjungi perairan Natuna menggunakan KRI Imam Bonjol-383, Kamis (23/6/2016). Di atas kapal yang menembak nelayan Tiongkok tersebut Presiden menggelar rapat terbatas terkait konflik kawasan Natuna. 

INDONESIA Harus Waspada pada China, Tiongkok akan Selalu Bermuka Dua Soal Laut China Selatan, Ada Niat Busuk

POS KUPANG.COM -- China mengklaim hampir 90 persen wilayah Laut China Selatan. Klaim sepihak itupun ditolak oleh negara-negara ASEAN serta Eropa dan Amerika

Namun kini, China berpura-pura menawarkan bantuan. Aksi China harus tetap diwaspadai semua negara termasuk Indonesia karena sebagian wilayah di Natuna Utara juga saling tumpang tindi dengan klaim China Selatan

Konflik Laut China Selatan tidak terhindarkan juga menyakiti dan melanggar kedaulatan Indonesia, bahkan meskipun Indonesia terapkan politik bebas aktif.

Sebuah gagas pendapat dari Aristyo Rizka Darmawan, seorang Dosen Pengajar Universitas Indonesia yang ditulis di The Maritime Executive menyebutkan jika China tidak akan berhenti ingin menguasai Laut Natuna.

Pemerintah selama ini telah pastikan posisinya terkait urusan Laut China Selatan, memegang prinsip teguh bahwa Indonesia hanya ingin mempertahankan pertahanan dan keamanan wilayah tersebut.

Pengunjuk Rasa Iran Dicambuk &Pelecehan; Seksual Mengerikan, Amnesti Internasional Laporkan Bukti

Hebatnya Timor Leste Negara dalam Hal ini Padahal Negara Termiskin di Dunia , ini, Indonesia Kalah

PERIKSa RAMALAN ZODIAK Hari ini, Sabtu 5 September 2020, Cancer Dapat Hasil, Sagitarius Beruntung

Namun, China tidak akan berhenti.

China telah memberikan proposal kekuatan gabungan di Laut China Selatan sejak 2017.

Proposal tersebut utamanya mengincar Filipina dan Vietnam, tapi Indonesia rupanya juga termasuk.

Lokasi pulau Natuna
Lokasi pulau Natuna (Google Maps)

China mengajukan pembentukan Otoritas Sumber Manajemen Spratly (SRMA) dengan keanggotaan tidak hanya negara yang terlibat sengketa yaitu Brunei, China, Malaysia, Vietnam dan Filipina, tapi juga Indonesia.

Halaman
1234
Editor: Alfred Dama
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved