Breaking News:

Antisipasi Rawan Pangan, 100 Ton Beras Pemerintah Siap Digunakan

Pemerintah Kabupaten Belu telah menyiapkan 100 ton beras cadangan pemerintah ( BCP) untuk mengantisipasi rawan pangan

POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Wakil Bupati Belu, Drs. J.T Ose Luan 

POS-KUPANG.COM | ATAMBUA - Pemerintah Kabupaten Belu telah menyiapkan 100 ton beras cadangan pemerintah ( BCP) untuk mengantisipasi rawan pangan di Kabupaten Belu.

Stok beras tersebut berada di Gudang Bulog Atambua yang sewaktu-waktu dapat dimanfaatkan oleh pemerintah untuk membantu masyarakat yang terkena bencana.

Hal ini disampaikan Wakil Bupati Belu, Drs. J.T Ose Luan kepada Pos Kupang.Com, saat dikonfirmasi, Kamis (3/9/2020). Menurut Ose Luan, sesuai perkiraan BMKG, puncak musim kemarau di Kabupaten Belu diperkirakan Agustus-September.

Pilkada Sumba Timur - Hari Ini Paket Sehati Daftar di KPU

Di puncak musim kemarau biasanya menimbulkan dampak seperti kekurangan air minum, kerawanan pangan dan dampak lainnya. Untuk Kabupaten Belu, kata Ose Luan, permintaan masyarakat akan air minum mencapai 61 persen. Pemerintah tidak tinggal diam dalam menyelesaikan permasalahan air minum. Setiap tahun pemerintah melakukan upaya agar secara berlahan kebutuhan air minum masyarakat Belu terpenuhi.

Terkait kerawanan pangan, lanjut Ose Luan belum terjadi dalam skala besar karena masyarakat masih memiliki stok pangan. Meski demikian, pemerintah tetap mengantisipasi, salah satunya memanfaatkan beras beras cadangan pemerintah sebanyak 100 ton.

BREAKING NEWS: Warga Batuplat Kupang Geger Temukan Mayat Tanpa Identitas

"100 ton beras cadangan pemerintah ada. Itu bisa dimanfaatkan untuk membantu masyarakat", kata Ose Luan.

Mantan Sekda Belu ini mengatakan, saat ini pemerintah melalui dinas teknis terus mendorong petani agar berinovasi dalam hal pertanian. Artinya, petani tidak terpaku pada tanaman yang biasa ditanam setiap tahun seperti jagung. Petani bisa mengembankan sayur-sayur untuk menopang kebutuhan hidup rumah tangga.

Meski pola ini belum semuanya dilakukan petani, namun petani di beberapa wilayah sudah mulai menerapkan. Kondisi ini terus didorong sehingga petani tetap mampu mempertahankan hidup di kala bencana yang diakibatkan alam muncul. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved