Breaking News:

Berita Kota Kupang Terkini

Kominfo Kota Kupang Berperan Tunjang Proses Pembelajaran Daring

Setelah sidang Paripurna DPRD Kota Kupang selesai, dilanjutkan sidang komisi sejak (3-4/9). Sidang komisi I dipimpin oleh Ketua Komisi, Yu

istimewa
Ist SIDANG KOMISI -- Komisi I DPRD Kota Kupang menggelar sidang komisi dengan mitra komisi. Area lampiran 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Setelah sidang Paripurna DPRD Kota Kupang selesai, dilanjutkan sidang komisi sejak (3-4/9). Sidang komisi I dipimpin oleh Ketua Komisi, Yuven Tukung, Wakil Ketua, Ayu Witariz Sekertaris Komisi Jeftha Sooai, dan anggota Jemari Yoseph Dogon, Dominika Bethan, Gustaf Ndaumanu, Anatje Ratu Kitu-Jan, Wehelmus Kiu, dan juga Djainudin.

Mitra-mitra Komisi I dalam hal ini OPD lingkup Pemerintah Kota Kupang yang satu per satu menyampaikan laporan keuangan tahun 2019, termasuk Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Kupang.
Yuven mengatakan dari segi anggaran Dinas Kominfo kota Kupang salah satunya yang tidak terealisasi terkait dengan jaringan. Karena pimpinan OPD sebelumnya tidak menandatangani kerjasama.

Ia juga menjelaskan, saat ini sesuai dengan perkembangan jaman dan ditengqj pandemi covid-19, yang menyerang selain kesehatan dan juga ekonomi pihak dinas harus memiliki peran penting sebagai sarana penunjang.

“Kita menempatkan Dinas Kominfo itu sebagai salah satu dinas yang strategis. Dikala kita meletakannya ditengah tantangan covid-19 ini dengan arus perkembangan jaman maka harus setara dengan teknologi dan jaringan komunikasi termasud internet,” tuturnya.

Ia menilai, bahwa visi misi kota Kupang terkait dengan smart city dengan jaringan city net yang pernah diluncurkan oleh pemerintah kota Kupang perlu memberikan perhatian pada dinas ini.

“Satu sisi ini kan pemerintah telah membentangkan visi misinya, berkaitan dengan smart city kemudian masuk juga dalam salah satu jaringan city net yang dulunya pernah diluncurkan di city net dan dilakukannya di Kota Kupang. Kota Kupang sendiri menjadi tuan rumah dari kegiatan itu. Artinya pemerintah sudah memberikan janjinya kepada publik. Maka itu sekarang kita tagih lagi janjinya, apa yang kita maksud ialah dinas kominfo kita tempatkan sebagai satu dinas yang strategis,” tuturnya.

Kata Yuven dengan ditetapkannya kembali kota Kupang sebagai zona merah dengan demikian pembelajaran tatap muka antara guru dan siswa tidak ada, maka peran Kominfo perlu diperhatikan.

“Karena sekarang kita lihat dengan menetapkan kota kupang sebagai salah satu zona merah. Artinya proses pembelajaran tatap muka juga belum bisa dilaksanakan. Guru-guru juga belum bisa melakukan pertemuan. Kepala sekolah dengan dinas juga belum bisa tatap muka secara langsung. Hal itu sama juga dengan OPD-OPD lain yang memberikan pelayanan kepada masyatakat Kota Kupang,” jelasnya.

Ia juga berharap dengan adanya persoalan ini maka pemerintah kota Kupang harus mencari solusi untuk mengatasi persoalan ini walaupun ditengah Pandemi covid. Layanan di setiap OPD tidak boleh terhenti dan Dinas Kominfo perlu memerhatikan itu.

“Artinya pemerintah harus segera berputar otak atau memikirkan solusinya yaitu bagaimana menunjang situasi proses pembelajaran seperti ini. Pelayanan ditengah pandemi juga tidak boleh mandek. Apalagi Dinas Kominfo sebagai dinas yang strategis, harus meluncurkan anggaran sesuai secara baik. Untuk memastikan sarana penunjangnya tersedia maka dari itu Dinas Kominfo harus memiliki anggaran yang memadai,” tuturnya.

Halaman
12
Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved