Breaking News:

Berita Belu Terkini

Pemerintah Kabupaten Belu Dorong Petani Kembangan Hortikultura Dikala Susah Air

Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan terus memotivasi kepada para petani agar mengembangkan usa

POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
KADIS---Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu, Gerardus Mbulu. 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas

POS KUPANG.COM| ATAMBUA----Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan terus memotivasi kepada para petani agar mengembangkan usaha pertanian hortikultura di saat musim kekurangan air.

Tanaman hortikultura memang membutuhkan air tapi lebih hemat air namun bisa mendapatkan hasil maksimal.

Hal ini disampaika Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu, Gerardus Mbulu kepada wartawan, Rabu (2/9/2020).

Dikatakannya, kekeringan tahun 2020 melanda hampir sebagian besar wilayah Kabupaten Belu yang berdampak pada berkurangnya aktivitas petani menanam jagung dan padi.

Berdasarkan catatan dinas, target penanaman jagung tahun 2020 seluas 404 hektare yang merupakan implementasi Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) seluas 220 hektare dan penanaman jagung swadaya petani ditargetkan 184 hektare.

Dari target tersebut, realisasi tanam jagung untuk Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) seluas 52 hektare dan swadaya petani terealisasi 54 hektare.

Begitu juga dengan tanaman padi sawah mengalami penurunan dari target tanam seluas 704 hektare namun realisasi tanam hingga Juli 2020 baru mencapai 655 hektare.
Kondisi ini terjadi karena curah hujan rendah sehingga ketersediaan air tidak cukup untuk jenis tanaman seperti padi.

Gerardus mengungkapkan, realisasi tanam jagung berkurang karena petani tidak berani mengambil resiko tinggi terhadap ancaman kekeringan sehingga mereka hanya menanam sesuai dengan ketersediaan air.

"Para petani sangat khawatir jika air tidak cukup. Petani menanam jagung dan padi sesuai kondisi air yang tersedia," ungkap Gerardus.

Khusus untuk tanaman padi, lanjut Gerardus, hanya di Kecamatan Raihat yang menanam padi melampaui target luasan tanam. Ditargetkan 136 hektare, tapi petani menanam 490 hektare. Hal ini karena di wilayah Raihat memiliki dua sumber air yang mengalir sepanjang tahun.

"Khusus di Kecamatan Raihat, target tanam padi seluas 136 hektare namun petani dapat menanam padi pada seluas 490 hektare. Hal ini karena di wilayah Raihat memiliki dua sumber mataair yang mengalir sepanjang tahun serta petani dapat menanam padi sawah lebih dari satu kali musik tanam," jelas Gerardus. (jen).

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved