Breaking News:

NEWS ANALYSIS Dr Don Gaspar Da Costa Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia Wilayah NTT

NEWS ANALYSIS Dr Don Gaspar Da Costa Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia Wilayah NTT

POS KUPANG.COM/GECIO VIONA
Dr Don Gaspar Noesaku da Costa ST.,MT, pengamat transportasi dari Universitas Widya Mandira (Unwira) Kupang ketika ditemui POS-KUPANG.COM di Kantor Harian Pagi Pos Kupang, Kota Kupang pada Selasa (6/11/2018) sore 

NEWS ANALYSIS Dr Don Gaspar Da Costa Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia Wilayah NTT

POS-KUPANG.COM - ANGKUTAN umum yang dianjurkan untuk dikembangkan adalah angkutan umum massal seperti, bus, kereta api dan lain sebagainya. Masalahnya adalah sistem layanan angkutan umum dalam kota-kota kecil hingga menengah di Indonesia saat ini termasuk Kota Kupang, dan dipenuhi oleh jenis angkutan umum seperti, 'bemo' atau 'mikrolet', sehingga diperkirakan tidak semua rute atau trayek layanan dapat serta merta dikembangkan menjadi sistem angkutan mass transit.

Di sisi lain, buruknya kualitas layanan angkutan umum perkotaan saat ini memicu pertumbuhan angkutan alternatif ojek dan layanan angkutan online yang sistem operasinya kini semakin memasuki area layanan angkutan umum formil.

Sopir Angkot Keberatan BRT

Dengan demikian, problem kualitas layanan angkutan umum tidak saja terkait masalah pengaturan rute saja tetapi juga penataan keterpaduannya dengan tata guna lahan (sebaran lokasi aktivitas social-ekonomi penduduk perkotaan), yang berdampak pada pola perjalanan para pengguna angkutan umum. Sehingga diharapakan akan dapat diidentifikasi jenis moda angkutan umum unggulan yang sesuai atau cocok dioperasikan di suatu wilayah perkotaan.

Deskripsi awal tersebut sangat mengindikasikan bahwa, apakah kehadiran Bus Rapid Transit (BRT) di Kota Kupang merupakan suatu keuntungan atau sebaliknya?

Bagaimana strategi pengelolaan layanan BRT yang ramah lingkungan terhadap sistem layanan angkutan umum eksisting?

Jefri Subsidi Tarif Penumpang, Hari Ini Lima Bus Rapid Transit Beroperasi

Pertanyaan-pertanyaan mendasar tersebut, membutuhkan kajian mendalam karena tidak saja berhubungan dengan eksistensi layanan angkutan umum eksisting namun juga kesesuaiannya dengan struktur dan pola pemanfaatan ruang yang antara lain dapat dinilai dari kesesuaiannya dengan pola jaringan jalan, pemusatan lokasi aktivitas sosial, ekonomi dan sistem kelembagaan penyelenggaraannya.

Walaupun demikian, sejumlah harapan tentang terjadinya perbaikan kualitas layanan angkutan umum di kawasan perkotaan Kupang melalui kehadiran BRT serta korelasinya dengan upaya perbaikan struktur perekonomian perkotaan berikut ini kiranya dijadikan dasar pengelolaan BRT nantinya, yaitu:

Kehadiran BRT dapat membantu menyelesaikan problem keterbatasan aksesibilitas di kawasan perkotaan yang selama ini belum dilayani angkutan umum, semisal koridor Terminal Bimoku, Penfui, Liliba, TDM, Oebufu, Oebobo, Kelapa Lima.

Kehadiran BRT hendaknya dipandang oleh pengusaha angkutan umum eksisting (bemo), sebagai motivator dan bukan pesaing.

Oleh karena itu, diperlukan upaya monitoring dan evaluasi dampak operasional BRT terhadap kinerja rute layanan angkutan umum perkotaan, dan keberlangsungan sistemn layanan angkutan umum eksisting.

Konsekuensinya, diperlukan kajian review struktur dan hirarki rute angkutan umum perkotaan agar jenis layanan angkutan umum sesuai dengan tidak saja jumlah permintaan perjalanan namun juga karakteristik jaringan jalan, rute dan pola pemanfaatan lahan (sebaran lokasi aktivitas sosial-ekonomi).

Dari aspek penyelenggaraan, pengoperasian BRT, mungkin perlu juga dipikirkan tentang sistem kelembagaannya, apakah murni dikelola oleh pihak ketiga (melalui tender), ataukah menganut pola build-operate-transfer (BOT) atau pola lainnya yang pada intinya dimaksudkan agar kinerja pengelola BRT benar-benar dapat diukur dan dievaluasi guna terpenuhinya target kinerja operasional penyelenggaraan BRT, yaitu tidak saja menguntungkan secara ekonomis namun juga berperan aktif dalam memicu pertumbuhan struktur sosial (layanan aksesibilitas dan mobilitas) dan keberlanjutan sistem angkutan umum eksisting secara berkelanjutan. (cr6)

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved