Breaking News:

Salam Pos Kupang

Kembali ke Zona Merah

MENGIKUTI prosedur tetap (Protap) Covid-19 telah menjadi bagian dari hidup kita

Kembali ke Zona Merah
Dok
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - MENGIKUTI prosedur tetap (Protap) Covid-19 telah menjadi bagian dari hidup kita. Dalam beberapa bulan terakhir, kita sungguh dipaksa atau terpaksa oleh suasana yang sungguh mencekan. Kondisi ini mengambil alih kebebasan setiap kita.

Kita tak bebas sebebas-bebasnya. Bebas tapi terkendali. Kita sendiri yang mengendalikan diri. Kini. kita wajib mengenakan masker, menjaga jarak komunikasi, sering mencuci tangan dan tetap menjaga kesehatan fisik agar jangan mudah terserang virus ini.

Tanpa sadar pola ini sudah menjadi habit setiap kita. Ketika kita melakukan aktivitas di luar rumah, rasanyak tak lengkap bila tak mengenakan masker. Begitu pula beberapa protap lainnya. Kita berharap protap ini tetap menjadi bagian dari hidup kita karena memberi dampak atau efek yang positif bagi kita dan bagi orang lain.

Kodim 1602 Ende Awasi dan Periksa Penumpang Niki Sejahtera Antisipasi Penyebaran Covid-19

Di sisi lain, kita masih menyaksikan masih banyak warga yang merasa aman-aman saja ketika tak mengikuti protap ini. Sikap masa bodoh, acuh tak acuh dan merasa seakan pandemi ini sudah lenyap dari kehidupan kita.

Buktinya, kita telah kembali ke zona merah setelah sebelumnya kita berada pada zona hijau. Terakhir, seorang calon dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, terpapar Covid-19 setelah melakukan perjalanan ke Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) guna melakukan riset.

Sebelum Beraktivitas Simak Info Cuaca di Manggarai Hari ini

Kita menduga calon dokter ini terpapar bukan ia tak mengenakan masker atau tak menjalani protap kesehatan lainnya. Sebab ia pasti dan selalu membangun kesadaran secara utuh tentang protap. Tapi, bisa jadi karena ia lalai dalam sepersekian waktu mengikuti protap atau karena dalam kondisi lelah dan pertahanan fisik yang menurun sehingga memudahkan virus ini menyerangnya.

Beberapa kasus terakhir memberi kita gambaran dengan jelas bahwa serangan virus ini menimpa orang yang baru pulang dari perjalanan ke provinsi lain yang kondisinya sungguh "ganas" akibat serangan virus ini.

Sebelumnya kita mencatat, seorang dokter dari Puskesmas Pasir Panjang terdera virus ini setelah pulang dari Bali. Selain itu sebelumnya muncul klaster-klaster lokal.

Dalam situasi seperti ini kita memang berada dalam suasana yang sungguh gamang. Ada sejunlah testimoni orang-orang yang melakukan perjalanan ke luat provinsi yang mengetengahkan tentang pengalaman mereka di luat daerah itu. Intinya, tetap mengikuti secara ketat aturan kesehatan itu, terutama mengenakan masker.

Masker itu menjadi "perisai" utama karena kita tak bisa menghindar dari komunikasi, entah dengan siapa pun. Termasuk dengan keluarga yang terkadang kita merasa aman dan bebas dari Covid-19. Padahal tidak demikian.

Jika saja perjalanan ke luar daerah kurang penting atau bisa ditunda, sebaiknya kita tetap berada di rumah atau di kota kita. Tak berarti ketika kita tetap bekerja dari atau di kota kita akan bebas dari serangannya. Kita memang wajib meminimalisir berbagai kemungkinan yang akan menimpa kita.

Dalam masa-masa yang belum normal ini kita tak boleh lengah. Kita tak boleh mengatakan aman saja atau menganggapnya kecil atau sepeleh. Ia harus kita tempatkan sebagai hal yang prioritas ditanggulangi. Kita wajib menitinya dalam tata aturan yang sudah kita lakukan dalam beberapa bulan terakhir.

Apalagi terkadang virus ini muncul tanpa gejala. Jika saja tes massal dapat dilakukan, maka betapa banyak masyarakat yang sudah terserang. Kita berharap Undana yang tengah membangun laboratorium untuk tes massal Covid-19 di NTT segera terlaksana.

Intinya dan tetap kita sampaikan bahwa pandemi ini masih berlangsung. Mungkin sampai akhir tahun belum juga berakhir. Bisa jadi berlanjut sampai awal tahun depan jika kita tidak disiplin dalam memeranginya. Hidup berdampingan ya, tapi tetap mewaspadai kehadirannya di tengah kita. *

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved