Breaking News:

Sosok

Perempuan Mesti Berpolitik

Peluang tersebut diambil oleh seorang perempuan muda yang sudah tak asing lagi di dunia gerakan NTT. Dialah Abi Yerusa Sobeukum.

Editor: Ferry Ndoen
Pos Kupang.com/Intan Nuka
Ira Sebeukum 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Intan Nuka

POS-KUPANG.COM ǀ KUPANG – Perjuangan perempuan untuk menuntut kesetaraan khususnya di dunia politik mulai terlihat. Undang-undang Nomor 12 Tahun 2003 tentang Pemilihan Umum telah memberikan ruang tersebut, dimana pemerintah Indonesia mulai menerapkan affirmative action guna menaikkan keterwakilan perempuan dalam politik. Peluang tersebut diambil oleh seorang perempuan muda yang sudah tak asing lagi di dunia gerakan NTT. Dialah Abi Yerusa Sobeukum.

Perempuan kelahiran Oh'aem, 24 April 1991 ini tengah menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kupang. Tugas yang telah diembannya sejak 2019 lalu sungguh tak mudah. Ada kerja-kerja politik yang harus ia perjuangkan bagi kaumnya. “Yang mengerti tentang persoalan perempuan ya perempuan itu sendiri. Semua hal dalam kehidupan kita adalah produk kebijakan. Oleh karena itu penting bagi seorang perempuan berpolitik dan terjun dalam dunia parlemen. Untuk apa? Untuk mengintervensi juga berbagai kebijakan yang ada. Tentu saja dengan harapan banyak perempuan yang terlibat dan mengintervensi pula berbagai kebijakan yang ada. Saya mau masuk politik karena saya rasa sudah waktunya kita (perempuan) ada di pusaran kebijakan dan turut menentukan kebijakan. Kita harus ikut mengintervensi dan mengarahkan kebijakan yang ada,” kata perempuan yang akrab disapa Ira ini tegas.

Terjun ke dunia politik di umur yang terbilang masih muda tak membuat Ira gentar. Menurutnya, politik itu akan menyejahterakan rakyat terutama kaum perempuan sendiri. Politik menjadi jalan atau cara untuk menyejahterakan rakyat secara utuh bukan hanya segelintir orang. Melalui jalan politik, pemenuhan kebutuhan rakyat dapat terpenuhi, layanan kesehatan dan pendidikan bisa diakses oleh seluruh rakyat, upah layak bagi seluruh pekerja, berbagai kebijakan yang digenjot tidak diskriminatif terhadap perempuan, serta angka kematian ibu dan anak turun. Bila perlu, masalah perdagangan orang dapat teratasi dengan baik dan berbagai persoalan rakyat dapat diatasi.

Ira terlibat dalam kontestasi politik pada 17 April 2019 lalu. Adanya affirmative action untuk menaikkan keterwakilan perempuan dalam politik dinilainya membuat perempuan punya peluang untuk terlibat dalam dunia politik. Affirmative action menjadi kunci sebuah partai akan ikut pemilu atau tidak. Hal itu harus jadi pemicu agar perempuan berjuang dan bersemangat. Kuota 30 persen menjadi tugas perempuan, bahwa kehadirannya di sana bukan sekadar pelengkap untuk mengelap meja dan membawa tissue. Perempuan itu politisi yang punya andil untuk perjuangan agenda perempuan ke depan.

“Mari kita buktikan bahwa kita hadir bukan hanya untuk memenuhi kuota 30 persen. Kita harus persiapkan diri sebaik mungkin karena kita juga diperhitungkan,” kata Ketua Dewan Pimpinan Kota Aksi Perempuan Indonesia Kartini (DPK API Kartini) Kupang ini.

Ira seringkali merasa sedih jika mendapati anak-anak muda perempuan yang takut untuk berpolitik. Padahal, sejarah gerakan perempuan zaman dulu harus dibaca dan dipahami dengan baik sebagai sebuah gerakan perempuan progresif sejak dulu. Meski dunia politik saat ini sangat maskulin, Ira tak ingin para perempuan menjadi berkecil hati. Semua persoalan perempuan hanya bisa dipahami oleh perempuan. Sehingga, terjun ke dunia politik adalah pilihan tepat, agar persoalan tersebut menjadi agenda perjuangan yang perlahan akan diwujudkan bersama. Apalagi, perempuan yang aktif dalam dunia gerakan perempuan ini ingin agar kampanye gerakan pembebasan perempuan dilakukan secara massif dan menjadikannya sebagai agenda perjuangan bersama. Perempuan dan laki-laki harus memahami secara baik agenda perjuangan pembebasan perempuan.

“Perempuan mesti berpolitik terutama anak muda karena hanya dengan berpolitik segala kebijakan yang tidak berpihak kepada perempuan dapat diubah. Anak-anak muda harus belajar, berorganisasi, dan menempa diri secara baik sehingga layak, mumpuni, dan diperhitungkan dalam dunia politik nantinya,” harap Ira.

Terjun ke Dunia Politik

Ira maju sebagai caleg Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada 17 April 2019 lalu dengan Daerah Pemilihan (Dapil) III Kabupaten Kupang yang meliputi kecamatan Amfoang Selatan, Amfoang Tengah, Amfoang Timur, Amfoang Utara, Amfoang Barat Laut, dan Amfoang Barat Daya. Ia berhasil mengumpulkan suara pribadi sebanyak 649 suara, mengalahkan rival sesama partainya yang memperoleh suara sebanyak 619 suara.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved