Breaking News:

Berita Pendidikan

Di Kota Kupang Kabid Dikdas Naitboho Kesal Ada Kepsek Tak Hadiri Rapat RKAS

Kami beberapa kali lakukan komunikasi dengan Kementrian terkait alokasi anggaran untuk sekolah tetapi sebanyak itu pula pihak kementrian berpatokan pa

Doc Humas Disdikbud Kota
RKAS -- Kepala Bidang Pembinaan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang Okto Naitboho pimpin RAKS di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Sabtu (29/8). Area lampiran 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- "Terkadang ada yang hadir saja pemahaman sedikit apalagi yg tak hadir. Kami sangat paham bahwa banyak kepentingan kita tapi kami harapkan kita bisa saling menghargai, bahwa undangan yang dikeluarkan karena ada hal penting terkait dengan penganggaran dana BOS sehingga perlu ada pemahaman.

Kami beberapa kali lakukan komunikasi dengan Kementrian terkait alokasi anggaran untuk sekolah tetapi sebanyak itu pula pihak kementrian berpatokan pada data dalam dapodik. Karena saat pemeriksaan pihak inspektorat berpatokan pada data Fapodik, sehingga rapat hari ini sangat penting."

Kepala Bidang Pembinaan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang Okto Naitboho, menegaskan hal ini dalam Rapat Rencanan Kerja dan Anggaran Sekolah di Aula lantai II dinas tersebut, (29/8).

Bahkan Naitboho, sempat meminta Kepala Sekolah SDN Alak Daniel Nesimnasi yang Dapodik Sinkron belum selesai sampai hari ini agar menyiapkan uang pribadi membiayai sekolah itu selama satu tahun 2021 karena pasti tidak akan dapat dana BOS 2021. Sebab laporan tahap II Dapodik 2020 SDN Alak belum selesai.

"Ketika ditanya apa soalnya dijawab oleh Daniel Nesimnasi bahwa kendalanya ada satu org anak yang tidak ada akte kelahiran sehingga menyulitkan saat entri data dalam dapodik," tuturnya.

Solusinya menurut Naitboho, supaya tidak korbankan seluruh kegiatan sekolah maka Naitboho meminta supaya data satu orang anak sebaiknya dikeluarkan dari data agar tidak korbankan banyak anak.

"Kalau demikian saya minta agar jangan korbankan banyak orang karena itu sebaiknya korbankan satu org tidak diakomodir dalam data dapodik. Apabila kepala sekolah gagal maka saya orang pertama yang gagal sehingga terpaksa saya harus bicara keras di sini," tuturnya.

Termasuk beberapa sekolah yang belum selesai laporan dapodik yaitu SD Bakunase I.

"Kalau laporan belum selesai maka bisa saja mematikan banyak orang, termasuk SDK Generasi Unggul. Kalau swasta tidak dapat dana bos saya yakin yayasan uang banyak jadi bisa kalau tidak dapat dana BOS operasional bisa berjalan," tandasnya.
Lebih lanjut Naitboho mengatakan, jika ada yang menjawab bahwa laporan dapodik sudah beres maka disertai dengan bukti laporan diprint dan dikirim ke bidang. Agar bisa menjadi bukti ketika ditanya dari pihak kementrian. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati).

Kronologi dan Deretan Kesaksian Kades di Ende Tewas Tergantung di Pohon Tanpa Tali

RKAS -- Kepala Bidang Pembinaan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang Okto Naitboho pimpin RAKS di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Sabtu (29/8).
Area lampiran
RKAS -- Kepala Bidang Pembinaan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang Okto Naitboho pimpin RAKS di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Sabtu (29/8). Area lampiran (Doc Humas Disdikbud Kota)
Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved