Sabtu, 9 Mei 2026

Sebaran Titik Panas di Wilayah Provinsi NTT Perlahan Meningkat

Sebaran titik panas atau hotspot di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur ( Provinsi NTT) perlahan meningkat

Tayang:
Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ONCY REBON
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Agung Sudiono Abadi, Kamis, 18/06/2020 

POS-KUPANG.COM | KUPANG- Sebaran titik panas atau hotspot di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur ( Provinsi NTT) perlahan meningkat. Sebaran titik panas yang terdeteksi pada hari ini diperkirakan paling banyak dari jumlah hotspot yang beberapa bulan terakhir.

Menurut Informasi yang dihimpun POS-KUPANG.COM dari Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II A El Tari Kupang, Agung Sudiono Abadi, S. Si, pada Selasa, 25/08/2020 disampaikan bahwa, saat ini 25 titik panas terdeteksi di seluruh wilayah Provinsi NTT.

Pol PP Sikka Sosialisasi Perbup Tentang Protokol Kesehatan

Berdasarkan Analisis Peta Sebaran Titik Panas dengan pantauan Satelit Terra, Aqua, Suomi NPP dan NOAA20 oleh LAPAN maka diketahui Sebaran Titik Panas di wilayah NTT update tanggal 24 Agustus 2020 pukul 08.00 WITA hingga 25 Agustus 2020 pukul 07.00 WITA dengan tingkat kepercayaan diatas 80% adalah sebagai berikut;

Satu hotspot terdeteksi di wilayah Kecamatan Amfoang, 2 hotspot terdeteksi di Kecamatam Fatuleu Barat dan 1 hotspot Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang. 1 titik panas terdeteksi di Kecamatan Pembantu Alor Timur Kabupaten Alor, 2 titik panas lainnya terdeteksi di Kecamatan Kotakomba Kabupaten Manggarai Timur.

Gugus Tugas Covid-19 Manggarai Imbau Masyarakat Waspada & Patuhi Protokol Kesehatan

Selain itu, 1 titik panas terdeteksi di Kecamatan Golewa Barat, Kabupaten Ngada, dan 8 titik panas terdeteksi di Kecamatan Loli Kabupaten Sumba Barat.

Dua titik panas lainnya terdeteksi di Kecamatan Umbu Ratu Nggay, Kabupaten Sumba Tengah.

Sedangkan, di Kabupaten Sumba Timur, 2 titik pamas terdeteksi di Kecamatan Rindimalulu dan 5 titik panas di Kecamatan Tabundung.

Satelit akan mendeteksi anomali suhu relatif tinggi dibandingkan suhu disekitarnya berdasarkan ambang batas suhu tertentu yang terpantau oleh satelit dalam luasan 30 m x 30 m hingga 1000 m x 1000 m (tergantung satelit yang saat itu memantau dan melewati Indonesia).

Pada wilayah yang tertutup awan, maka hotspot tidak dapat terdeteksi atau tingkat kepercayaan menurun. Informasi sebaran titik panas (hotspot) merupakan indikator awal kebakaran lahan serta dapat dimanfaatkan dalam deteksi area terbakar.

Citra satelit tersebut hanya menilai anomali suhu sekitar yang diinterpretasikan sebagai titik panas (hotspot) serta jumlah titik hotspot bukan berarti jumlah sebenarnya titik api/kebakaran.

Titik panas (hotspot) bukan merupakan titik api (firespot). Penyebab adanya anomali tersebut tidak dapat kami pastikan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oncy Rebon)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved