Breaking News:

Kreativitas Anak Muda Waimatan Ciptakan Spot Foto Pondok Ola Take

Situasi pandemi Covid-19 ternyata tak membuat anak- anak muda Desa Waimatan, Kecamatan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata kehilangan harapan

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Ricko Wawo
Para pengunjung sedang menikmati pemandangan sekaligus berswafoto di Pondok Ola Take Desa Waimatan, Kecamatan Ile Ape Timur Kabupaten Lembata, Minggu (23/8/2020). 

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Situasi pandemi Covid-19 ternyata tak membuat anak- anak muda Desa Waimatan, Kecamatan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata kehilangan harapan untuk berkreativitas.

Pada masa-masa karantina mereka justru herhasil menciptakan spot foto intagramable dan tanpa mereka sendiri sadari berhasil menarik banyak sekali wisatawan lokal datang ke sana.

Spot foto berbahan dasar bambu itu mereka namakan Pondok Ola Take. Didirikan persis di tepi pantai dan berada di tengah-tengah pemukiman penduduk Desa Waimatan, Pondok Ola Take mulai viral di media sosial karena desainnya yang unik dan dekat dengan alam.

Kota Kupang Kembali Zona Merah, Dinas Pendidikan Imbau Siswa Tetap Belajar Dari Rumah

Siapa saja yang berswafoto di sana sekaligus akan mendapatkan citra panorama alam laut selatan dan pesona pondok sederhana nan modern yang terbuat dari bambu dan kayu.

Selama hampir sebulan ini pengunjung seolah tak habis-habisnya bertandang ke Pondok Ola Take hanya untuk berswafoto bersama orang-orang tersayang. Membludaknya pengunjung juga biasa terjadi pada akhir pekan dan hari-hari libur.

Gelar Wuat Wai di Lancang, Andry Garu Paparkan 10 Program Kerja

Kebanyakan anak muda dan bahkan orangtua rela menerobos jalan rusak dari Lewoleba sampai ke Ile Ape selama kurang lebih 45 menit untuk bisa sampai ke Kampung Waimatan.

Desa di wilayah Ile Ape Timur ini sedang berbenah menjadi destinasi wisata berbasis masyarakat yang mulai ramai dikunjungi wisawatan lokal.

Pondok Ola Take pertama kali digagas dan didirikan oleh Antonius Sulong Pati dan para anak muda Desa Waimatan.

Astos, demikian pemuda 25 tahun ini mengisahkan pondok itu dibangun murni atas dasar semangat anak-anak muda selama masa pandemi corona. Pondok itu awalnya hanya dibuat semata untuk tempat mangkal anak-anak muda.

"Saya juga kaget banyak yang datang foto di sini. Dari medsos pun mulai dikenal. Kami kerja pelan-pelan. Uniknya di sini tempat cari sinyal juga, jadi memang cocok," tandas Astos saat ditemui, Minggu (23/8/2020).

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved