Nelayan Hilang di Pantai Selatan Malaka

Istri Yohanes Seran Sedih dengar Suaminya Hilang di Pantai Selatan Malaka

Istri Yohanes Seran Yasinta Rika Sedih dengar Suaminya Hilang di Pantai Selatan Malaka

Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Edi Hayon
Yasinta Rika, Istri korban Yohane 

POS-KUPANG.COM | BETUN - Wanita bernama Yasinta Rika, istri dari korban Yohanes Seran, nelayan asal Dusun Marobo, Desa Bereliku, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, sedih mendengar informasi mengenai peristiwa naas yang dialami sang suami
di laut Pantai Selatan, Motadikin, Desa Fahiluka, Rabu (19/8/2020).

Setelah menerima informasi kehilangan sang suami saat melaut ini, bersama keluarga ke laut untuk mencari. Sampai sekarang belum diketemukan dan diharapkan korban dapat ditemukan kembali.

Yasinta Rika kepada Wartawan, Kamis (20/8) menuturkan, dirinya setelah menerima kabar dari warga terkait peristiwa ini, kemudian bersama keluarga ke laut.

Pelantikan JPTP yang Lowong - Pemkab Sumba Timur Tunggu Restu Mengdagri

"Memang benar suami saya hilang saat turun laut bersama tiga orang nelayan lainnya. Suami saya biasanya turun laut pada Pukul 15.00 Wita dan kembali ke rumah pada waktu dini hari. Suami saya sudah melakukan aktivitas sebagai seorang nelayan sejak tahun 2017 sampai dengan saat ini," ujar Yasinta dengan nada sedih.

Ferdy Taek , salah satu warga yang juga merupakan keluarga dari korban juga mengatakan hal yang sama terkait hilangnya Yohanes.

Nagekeo 7 Kasus Covid-19, Jubir: Tiga Sudah Sembuh

"Mereka hanya empat orang yang turun laut, salah satunya adalah Yohanes Seran. Awalnya mereka sudah mau kembali ke daratan, tepatnya di Hasan Maubesi dan Motadikin ketiga nelayan itu baru sadar ternyata Yohanes tidak berada di dalam kapal," ujar Ferdy.

Ferdy mengatakan,; setelah mereka melihat bahwa Yohanes tidak ada lagi di kapal lalu mereka kembali untuk mencarinya tetapi saat itu mereka tidak menemukan.

Sesuai informasi yang dihimpun sudah ada tiga buah kapal yang sudah turun ke laut untuk mencari korban Yohanes. Tiga buah kapal itu terdiri dari para Nelayan setempat yang sudah berinisiatif untuk turun kembali mencari sosok Yohanes yang hingga saat ini belum ditemukan keberadaannya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong)

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved