NEWS ANALISIS Tory Ata, SH, MH: Jangan Abaikan Warga
Bertemu anak-anak di Pubabu, Besipae, Kabupaten TTS dalam situasi darurat karena mereka dalam pengungsian
POS-KUPANG.COM - Dalam menyambut 17 Agustus 2020 selalu ada keriangan ketika bertemu dan bermain bersama anak-anak. Namun, kali ini berbeda. Bertemu anak-anak di Pubabu, Besipae, Kabupaten TTS dalam situasi darurat karena mereka dalam pengungsian di bawah pohon akibat penggusuran rumah penduduk oleh Pemprov NTT beberapa waktu lalu.
Batin mereka terluka. Ada 6 bayi (6 ibu sedang menyusui), dua orang ibu hamil, hampir 30 anak terdiri dari Balita, PAUD, SD, SMP dan SMA. Ada pula orang tua yang berusia lanjut serta hampir 50 perempuan dan 40-an laki-laki.
• DPRD TTS Minta Gunakan Pendekatan Humanis Tertibkan Warga Besipae
Sudah dua minggu ini mereka mengalami penderitaan di bawah pohon, tidur di tanah, makan dan minum tak beraturan bahkan makan hanya satu kali per hari, air minum sekali.
Sangat ironis jika demi sebuah pembangunan lalu mengabaikan bahkan mengorbankan rakyat, terutama anak-anak, perempuan dan orang berusia lanjut.
• Ety Selan Menagis Histeris Ketakutan, Brimob di Besipae Tembakan Gas Air Mata
Apabila pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat, lalu pertanyaannya, masyarakat yang mana? Jika orang di sekitarnya diabaikan dan disingkirkan. Dapatkah konflik kepemilikan tanah masyarakat adat dan hak pakai oleh Pemerintah Propinsi (NTT) kemudian membiarkan rakyat tidur di lantai dan di bawah pohon berhari-hari bahkan berminggu-minggu entah sampai kapan?
Selamat merayakan Hari Kemerdekaan Negara Republik Indonesia bagi anak-anak di Pubabu, ibu-ibu yang luar biasa dan masyarakat yang tergusur.
Kita semua adalah anak-anak Bangsa, anak-anak Negeri yang punya hak sama untuk menikmati kemerdekaan. Tetaplah tegar dan berbesar hati, tabah menjalani hari-hari mu. Kami saudara dan saudarimu tetap peduli, ibu Pertiwi akan menolong mu, Tuhan yang Maha Rahim melindungi semua. Merdeka! (ery)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/kekerasan-terhadap-anak-di-ntt-makin-meresahkan.jpg)