Momen HUT ke-75 Kemerdekaan RI, Bupati Deno Minta Kerja, Kerja dan Kerja
Hari ini seluruh bangsa Indonesia memperingati 75 tahun Kemerdekaan RI
Penulis: Robert Ropo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | RUTENG - Hari ini seluruh bangsa Indonesia memperingati 75 tahun Kemerdekaan RI. Peringatan yang tidak biasanya dari tahun-tahun sebelumnya karena kali ini perayaan di tengah pandemi Covid-19 ini.
Tapi segala keterbatasan di tengah pandemi virus ini, tidak menurunkan semangat nasionalisme dan patriotisme dan tidak juga mengurangi rasa syukur, Pemerintah Kabupaten Manggarai untuk tetap memperingati HUT Kemerdekaan RI dengan melaksanakan upacara pengibaran bendera merah putih dengan penuh hikmah di halaman Kantor Bupati Manggarai, Senin (17/8/2020) pagi.
• Lihat Suasana Bupati Deno Pimpin Upacara Apel Peringati HUT Ke-75 Proklamasi Kemerdekaan RI
Pasukan Paskibraka hanya diwakili oleh pembawa Baki, pengibar bandera dan pengawal bandera saja. Para peserta apel pun dibatasi dan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 seperti suhu tubuh diukur juga semua peserta juga wajib mencuci tangan dengan hand sanitizer, wajib memakai masker dan jaga jarak.
Adapun upacara apel tersebut bertindak sebagai Inspektur Upacara Bupati Manggarai Dr Deno Kamelus, SH.,MH, Komandan Upacara Kapten Inf. Sulaiman dan Perwira Upacara, Letu Arhanud.
Hadir dalam upacara apel itu, Wakil Bupati Manggarai Drs Victor Madur, Uskup Ruteng, Mgr Siprianus Hormat, Pr, Ketua DPRD Manggarai, Matias Masir, Pimpinan Forkopimda, Sekda Manggarai Drs Fanssy Jahang, Ketua TP PKK Kabupaten Manggarai, Ny Yeni Veronika, para staf ahli, Asisten Sekda, Pimpinan OPD, pimpinan BUMN dan BUMD, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat serta tamu undangan lainya.
Bupati Manggarai Dr Deno Kamelus, SH.,MH usai apel tersebut kepada Pos Kupang mengatakan, di HUT Kemerdekaan RI-75 kita harus tetap mempertahankan karena perjuangan untuk memperoleh kemerdekaan dengan keringat dan darah oleh nenek moyang.
"Jadi ini harus menjadi semangat kita sebagai generasi penerus baik Pemerintah, masyarakat maupun dunia usaha untuk tetap mempertahankanya meskipun ditengah pandemi covid-19. Semangat perjuangan itu yang menjadi motivasi bagi kita untuk terus bekerja, bekerja dan bekerja meskipun saat ini terjadi bencana non alam,"kata Bupati Deno.
Bupati Deno juga mengatakan, selain itu sebagai generasi penerus juga harus bersyukur agar NKRI berdasarkan Pancasila dengan berbagai keragaman budaya, suku, agama dan ras. Dengan harapan melalui moment ini bisa tetap dipersatukan.
"Kita juga harus menghormati Negara ini karena menjadi penyalur berkat bagi kita anak bangsa. Sehingga tidak boleh menghina dan tidak menghargai. Apalagi tema kali ini 'Indonesia Maju', tema ini bukan berdiri sendiri tetapi kita harus kerja, kerja dan kerja,"ungkap Bupati Deno.
Menurut Bupati Deno, tema ini juga menjadi visi Manggarai Maju, Sejahtera, Adil Merta dan diridohi oleh Tuhan Yang Masa Kuasa. Kemajuan saat ini juga berkat ada pelaku-pelaku pembangunan sebelumnya.
Deno juga mengatakan dalam upaya pencegahan dan penanganan Covid-19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai mengalokasikan dan sebesar Rp 21,6 miliar rupiah. Dana sebesar itu, dengan rincian, Rp. 9.064.764.255 untuk penanganan kesehatan dan Rp 12.541.881.818, untuk Jaring Pengaman Sosial.
• Bupati Agas Pimpin Upacara Memperingati Detik-detik Proklamasi RI ke 75
Dijelaskan Bupati Deno, terkait dengan dana Jaring Pengaman Sosial ini, bahwa pemerintah berupaya memberi perhatian pada seluruh lapisan masyarakat yang masuk dalam kategori terdampak (secara ekonomi) akibat Pandemi Covid-19 ini. Maka dari hasil verifikasi dan validasi data, sebanyak 19.631 KK menerima Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial. 19.744 KK menerima Bantuan Langsung
Tunai (BLT) Dana Desa dan sebanyak 4.443 KK menerima Jaring Pengaman Sosial (JPS) dari APBD Provinsi NTT serta 6.451 KK menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari APBD II Kabupaten Manggarai dengan rincian 4.418 KK di 51 desa dan 2.033 KK di 26 Kelurahan.
Selain itu, sebanyak 4.101 Pelaku Perjalanan dari daerah terpapar juga mendapatkan bantuan sembako dari
Pemerintah Kabupaten Manggarai. (rob/Adv)
Penduduk Miskin Menurun
Tahun 2016 Badan Pusat Statistik merilis, kinerja perekonomian Kabupaten Manggarai mengalami
perkembangan yang positif, dilihat dari laju pertumbuhan ekonomi sebesar 5,09% dan selama kurun dua tahun terakhir (2017 dan
2018), menjadi 5.12%.
Bupati Manggarai Dr Deno Kamelus, SH.,MH menyampaikan itu dalam Pidato Radio memperingati HUT ke-75 Proklamasi Kemerdekaan RI, Minggu (17/8/2020) malam.
Meski masih dibawah target RPJMD yakni sebesar 5.22%, kata bupati Deno, capaian kinerja tersebut bermakna sangat baik. Dalam kurun waktu itu, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Manggarai berkisar antara 5% sampai dengan 6%, dan jelas berkontribusi pada penurunan angka kemiskinan di daerah
ini.
Bupati Deno juga menjelaskan, persentase KK miskin di Kabupaten
Manggarai terus mengalami penurunan. Dari jumlah penduduk miskin sebesar 71.860 jiwa atau 21,91% pada
tahun 2017, menjadi 69.322 jiwa atau 20,83% tahun 2018.
Tahun 2019, melalui Keputusan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Nomor 79 Tahun 2019 tanggal 31 Juli 2019 tentang Penetapan Kabupaten Tertinggal yang Terentaskan.
Tahun 2015-2019, Kabupaten Manggarai bersama 61 kabupaten lainnya dari 23 provinsi berhasil meraih status
Terentaskan dari Daerah Tertinggal. Sebelumnya Kabupaten Manggarai bersama 121 Kabupaten lainnya dari 23 Provinsi se-Indonesia telah ditetapkan sebagai Daerah Tertinggal melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 131 Tahun 2015 tanggal 4 November 2015 tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2015-2019.
Menurut Bupati Deno, Kabupaten Manggarai berhasil keluar
dari predikat Daerah Tertinggal, tentu tidak lepas dari dukungan semua pihak, terutama seluruh masyarakat Manggarai. Torehan ini sekaligus akan menjadi cambuk penyemangat bagi pemerintah, agar lebih optimal
dalam bekerja dan memberikan pelayanan yang semakin
baik.
Lanjut Bupati Deno, berbagai
intervensi telah dilakukan guna menciptakan kesejahteraan masyarakat, terutama di bidang ekonomi, di
antaranya bantuan bibit (ternak maupun hortikultura), perbaikan rumah tidak layak huni, jaminan kesehatan,
elektrifikasi dan air minum bersih.
Dalam kurun waktu 2016 sampai dengan 2019, pemerintah juga melakukan
berbagai upaya lintas sektor sekaligus komprehensif melalui program-program yang berkaitan dengan
penanggulangan kemiskinan, antara lain,
bantuan rumah layak huni sebanyak 274 unit melalui DPRKPP dan juga melalui APBDes sebanyak 2.323 unit.
Bantuan Sanitasi sebanyak 1.221 unit dengan rincian, sambungan meteran listrik gratis sebanyak 600 unit melalui DPRKPP dan sebanyak 1.648 unit
melalui APBDes, air minum bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebanyak 3.250 SP.
Selain itu, bantuan ternak sebanyak 1.171 ekor, bantu bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial
(PMKS) kepada 3.100 orang.
Dikatakan bupati Deno, Pemkab Manggarai juga terus membangun dan memperbaiki jalan, jembatan, saluran drainase dan irigasi. Dimana total panjang jalan yang telah dibangun sampai tahun 2019 adalah
sepanjang 1.700,89 Km. Sementara itu, pembangunan jembatan sampai dengan
tahun 2019 adalah sebanyak 274 unit.
Di sektor irigasi, sejak tahun 2016 sampai tahun 2019 Pemkab Manggarai telah melaksanakan kegiatan
peningkatan saluran irigasi sepanjang 133.500 meter dengan luas cakupan 15.121 ha atau sudah mencapai
77,75% dari total luas daerah irigasi yang menjadi kewenangan kabupaten.
Bupati Deno juga mengatakan, selain pembangunan dalam bidang infrastruktur, Pemkab Manggarai berupaya untuk terus
mendorong pertumbuhan industri kerajinan, industri kecil dan menengah, bidang Pariwisata dan kebudayaan. Selain itu Pemkab Manggarai juga terus mendorong dan membangun di sektor Koperasi, sektor pertanian, sektor Pendidikan dan sektor kesehatan. (Laporan reporter POS- KUPANG.COM, Robert Ropo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/momen-hut-ke-75-kemerdekaan-ri-bupati-deno-minta-kerja-kerja-dan-kerja.jpg)