Breaking News:

Upaya Komunitas Sapurindu Lestarikan Penyu di Lembata

Komunitas Sahabat Penyu Riangdua ( Sapurindu) kembali melepas puluhan tukik atau anak penyu di Pantai Riangdua, Kecamatan Nubatukan

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Ricko Wawo
Komunitas Sahabat Penyu Riangdua (Sapurindu) kembali melepas puluhan tukik atau anak penyu di Pantai Riangdua, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Minggu (9/8/2020) petang. Sebelum dilepasliarkan, puluhan tukik ini dibiarkan menetas secara alamiah di tempat penetasan yang berada persis di bibir pantai Riangdua. 

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Komunitas Sahabat Penyu Riangdua ( Sapurindu) kembali melepas puluhan tukik atau anak penyu di Pantai Riangdua, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Minggu (9/8/2020) petang. Sebelum dilepasliarkan, puluhan tukik ini dibiarkan menetas secara alamiah di tempat penetasan yang berada persis di bibir pantai Riangdua.

Tidak hanya anggota komunitas, beberapa pengunjung lainnya pun turut melepas tukik saat matahari mulai terbenam. Mereka tampak begitu menikmati pelepasan tukik ini sambil menyaksikan sunset dari pantai berpasir putih ini.

Ini yang Dilakukan Wabup Manggarai Viktor Madur Saat Pimpin Apel Peringatan Hari Pramuka

Andri Atagoran, salah satu pengunjung, mengaku sangat menikmati proses pelepasan penyu ini. Rasa penasaranya selama ini terbayarkan dengan menyaksikan langsung pelepasan tukik ke laut lepas.

"Sangat luar biasa. Saya penasaran selama ini," ungkap Andri.

Baginya, apa yang disaksikan ini memberikan edukasi tersendiri. Tidak hanya Andri, anak-anak yang turut serta dalam kegiatan ini juga tampak riang menyaksikan bayi-bayi penyu ini disapu ombak ke laut lepas.

Oknum tak Bertanggungjawab Bakar Padang Savana dan Bukit di Soa

Sebelum melepas penyu-penyu ini ke laut, para pengunjung yang hadir mendengarkan penjelasan seputar pengetahuan tentang satwa penyu oleh Koordinator Komunitas Sapurindu, Polikarpus Bala. Menurut Polikarpus, tukik ini memiliki insting yang kuat terhadap habitatnya.

"Jadi kalau dia dengar suara ombak arah geraknya pasti ke situ," ungkap Polikarpus.

Kegiatan sosialiasi ini rutin dilakukan oleh Polikarpus dan anggota komunitas kepada para pengunjung setiap kali pelepasan bayi penyu ini ke laut lepas. Polikarpus mengatakan, penyu menjadi sebuah kekayaan yang dapat menarik wisatawan ke Kabupaten Lembata.

Daripada berburu penyu, dia mengajak masyarakat untuk menjaga kelestarian penyu di Lembata.

"Itu menarik untuk orang-orang suatu saat bisa datang ke kampung kita untuk melihat ini. Ternyata di sini luar biasa. Tidak usah makan penyu lagi, tidak usah berburu penyu lagi," kata Polikarpus.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved