Breaking News:

Direktur SDGs Center UKAW Kupang : Tujuan SDGs Yang Pertama Mengatasi Kemiskinan

Kegiatan panen ubi ungu di Naibonat adalah salah satu kegiatan yang dibuat oleh UKAW Kupang

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/RAY REBON
Direktur SDGs, Dr. Ir. Godlief Fredrik Neonufa, MT saat lakukan panen umbi jalar ungu di Naibonat, Jumat (14/08/2020) 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Direktur SDGs Center UKAW Kupang, Dr. Ir. Godlief Fredrik Neonufa, MT dalam kegiatan panen ubi ungu di Naibonat menyampaikan, kegiatan hari ini adalah salah satu kegiatan yang dibuat oleh UKAW Kupang.

Kegiatan ini menunjukan kepada masyarakat bahwa disaat kekeringan semakin meluas, virus ASF (demam afrika) dan pandemi Covid-19 yang mengejutkan kita, masyarakat masih ada harapan dengan implementasi teknologi-teknologi yang tepat untuk mengatasi lahan-lahan yang masih produktif oleh karena kekurangan air.

Panitia HUT RI Ke-75 di Sikka Keluarkan Imbauan, Aktivitas Warga Harus Berhenti Saat Lagu Indonesia

Oleh sebab itu, UKAW Kupang dengan berbagai pakar dari pertanian lahan keringnya dengan introduksikan dengan konsep SDGs, kami ingin menunjukan keterlibatan dari SDGs Center UKAW, untuk mengatasi beberapa tujuan dari SDGs.

Beberapa tujuan dari SDGs Center UKAW kupang, menurut Direktur SDGs UKAW, yang pertama adalah tujuan. Tujuan yang dimaksud adalah mengatasi kemiskinan. Karena seperti dampak dari kekeringan, pandemi Covid 19 serta virus ASF, berpotensi besar untuk menimbulkan kemiskinan ditengah masyarakat saat ini.

Upaya Komunitas Sapurindu Lestarikan Penyu di Lembata

Menanggapi persoalan tersebut, Direktur SDGs Center UKAW menjelaskan, kami mengatasinya dengan cara memperkenalkan teknologi pengolahan yang hemat air, tetapi berproduksi tinggi. Kedua, tujuan Climate Action dari SDGs akibat dari perubahan iklim. Yaitu ada pergeseran atau perubahan iklim yang terjadi dan tidak seorang pun dapat menduga hal itu. Kecuali kita hanya bisa memanipulasi situasi teknologi produksi ini dan teknologi agronomi untuk kami bisa mendapatkan produk-produk yang diperkirakan tidak kalah dengan produksi sesuatu di musim air berlimpah.

Tujuan Ketiga, kami ingin menunjukan bahwa UKAW Kupang juga turut serta dalam mengatasi masalah ketahanan pangan dan gizi.

"Dengan adanya program panen umbi jalar ungu ini, kami melihat bahwa dengan sendirinya kami menciptakan karbohidrat yang tinggi dan mengatasi kekurangan pangan dan bisa menanggulangi kemungkinan adanya kemiskinan dan kelaparan yang meluas ditengah-tengah masyarakat"

Ia menyampaikan, meskipun UKAW berada di kupang dan spot untuk produksi berada di Naibonat, tetapi gaung atau dampak yang kami lakukan hari ini berdampak internasional. Karena berdampak pada pemenuhan atau menjawab tujuan dari pada pembangunan berkelanjutan Sustainable Development Goals (SDGs).

Jadi, aksi yang sekarang dilakukan adalah aksi lokal, tetapi output dan impactnya dunia. Aksi lokal berimpact nasional dan dunia yang bisa kami lakukan.

Artinya bahwa, dengan kami menolong masyarakat di Naibonat, sama juga kami berkontribusi kepada masyarakat dunia yang ada di tempat ini," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved