Breaking News:

Berita Kabupaten TTU

Virus ASF MENGAMUK di NTT, Babi yang Mati di TTU Mencapai 2.097 Ekor, SIMAK INFO

Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) melalui Dinas Peternakan Kabupaten TTU merilis jumlah ternak babi yang mati di daerah te

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI/Anggota
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten TTU, Fransiskus Fay. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU-Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) melalui Dinas Peternakan Kabupaten TTU merilis jumlah ternak babi yang mati di daerah tersebut.

Berdasarkan data, sejak bulan Januari hingga April 2020, jumlah ternak babi yang mati di Kabupaten TTU karena terpapar virus ASF mencapai 2.097 ekor.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Peternakan Kabupaten TTU, Fransiskus Fay kepada Pos Kupang saat ditemui di ruang kerjannya beberapa waktu lalu.

Fransiskus mengatakan, tingkat kematian ternak babi sangat tinggi terjadi pada bulan Januari hingga April 2020. Namun setelah bulan April kondisi ternak babi sudah mulai stabil.

"Jumlah tingkat kematian babi paling tinggi itu mulai Januari-April, tersebar di 18 kecamatan dengan total kematian sebanyak 2.097 ekor," terangnya.

Fransiskus menjelaskan, dari 18 kecamatan yang ada, Kecamatan Kota Kefa menjadi kecamatan yang paling banyak ternak jumlah babi mati. Jumlahnya mencapai 987 ekor.

"Kemudian diikuti oleh kecamatan-kecamatan lain. Dan penyebabnya virus ASF itu. Virus inilah yang membuat ternak babi kita mati banyak sekali," ujarnya.

Langsung Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur di Pagi Hari, Ini Deretan Manfaatnya, Info KESEHATAN

Atas tingginya tingkat kematian ternak babi, kata Fransiskus, dirinya meminta kepada seluruh peternak supaya dapat memperhatikan bio security terhadap ternak babi.

"Selain itu, kita juga melakukan intervensi melalui penyemprotan cairan disinfektan terhadap ternak maupun kandang sehingga virus ASF bisa mati total," ungkapnya.

Fransiskus berharap kepada peternak maupun masyarakat umum supaya memperhatikan kebersihan kandang dengan baik, dan selalu memperhatikan pola makan ternak babi. (mm)

Keterangan Gambar: POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI/Kepala Dinas Peternakan Kabupaten TTU, Fransiskus Fay.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten TTU, Fransiskus Fay.
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten TTU, Fransiskus Fay. (POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI/Anggota)
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved