Breaking News:

Mikhael Bataona : Pemerintah Propinsi Harus Pertimbangkan Pulau Semau Masuk Kota Kupang

pulau Semau ke Kota Kupang tentu punya tujuan untuk mendekatkan dan mempermudah pelayanan kepada masyarakat

Editor: Rosalina Woso
Mikhael Bataona : Pemerintah Propinsi Harus Pertimbangkan Pulau Semau Masuk Kota Kupang
POS-KUPANG. COM, Ray Rebon
Mikhael Rajamuda Bataona, Dosen Komunikasi Politik FISIP Universitas katolik Widya Mandira Kupang, Minggu (2/08/2020)

Mikhael Bataona : Pemerintah Propinsi Harus Pertimbangkan Pulau Semau Masuk Kota Kupang

POS-KUPANG. COM| KUPANG--Pengamat politik dari Universitas Katolik Widya Mandira (UNIKA) Kupang, Mikhael Rajamuda Bataona mengatakan,penggabungan pulau Semau ke Kota Kupang tentu punya tujuan untuk mendekatkan dan mempermudah pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, apa yang dilakukan Pemerintah Provinsi adalah upaya untuk mewujudkan hal tersebut. Tetapi, perlu juga mempertimbangkan hal lainnya.

"Misalnya tentang apakah semua desa di Pulau Semau akan menjadi Kelurahan? Jika benar demikian, maka tentu saja pulau Semau akan kehilangan beberapa hal penting dan strategis" Kata Mikhael Rajamuda Bataona Via Whatsapp kepada POS-KUPANG. COM, Minggu (2/08/2020).

Pengajar Komunikasi Politik FISIP Unwira Kupang menyampaikan, terkait dengan beberapa hal yang penting dan strategis yaitu, pertama adalah soal anggaran. Anggaran per desa sebesar 1 Miliar akan hilang. Kedua, otonomi desa akan hilang. Sebab kelurahan tidak memiliki otonomi sebagaimana aturan yang digariskan.

Hal berikutnya, ujar Mikhael,  adalah akan ada ratusan perangkat desa yang kehilangan pekerjaan. Karena kelurahan akan mempergunakan tenaga PNS dari pemerintah Kota Kupang. 

Sebab, menurutnya, semua ini perlu dipertimbangkan. Tetapi jika sudah dipertimbangkan dan telah disosialisasikan kepada masyarakat pulau Semau maka hal tersebut baik adanya. Karena keputusan apa pun seyogianya harus mendengar juga aspirasi dari masyarakat.

Menurut Mikhael, pemerintah provinsi boleh melakukan study tentang kelayakan Pulau Semau menjadi bagian dari Kota Kupang. Tetapi study tersebut harus bisa komprehensif. Tidak boleh hanya dari aspek layak tidaknya secara administratif dan jarak tempuh misalnya.

Mikhael menambahkan, perlu juga mengkaji dampak langsung akibat pengalihan status misalnya dari desa menjadi kelurahan. Dan juga dari aspek sosial dan budaya juga ekonomi. Tapi apabila semuanya itu sudah dikaji secara objektif dan disosialisasikan kepada warga pulau Semau maka tidak menjadi masalah. 

BREAKING NEWS : Tenggelam di Kali Noemuti Kabupaten TTU, Bocah 7 Tahun Meninggal Dunia

Kadis Kominfo Sikka Senang Kerjasama dengan Telkom Sudah Dimanfaatkan Para Siswa Untuk Belajar

"Saya kira rencana membangun pusat-pusat wisata baru di pulau Semau dan rencana lainnya juga perlu memperhatikan aspek-aspek sosial budaya dan kearifan lokal di sana. Karena pembangunan apa pun wajib mempertimbangkan eksistensi dan peradaban manusia yg ada di setiap wilayah," ujar Mikhael.(Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Ray Rebon)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved