Breaking News:

Salam Pos Kupang

Menjaga Spirit Idul Adha

Dalam hitungan jam, gema takbir membahana seiring dengan jatuhnya Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah pada Jumat 31 Juli 2020.

Menjaga Spirit Idul Adha
Dok
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - Allahu Akbar! Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walilla Hilham. Dalam hitungan jam, gema takbir membahana seiring dengan jatuhnya Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah pada Jumat 31 Juli 2020. Namun, ada yang sangat berbeda dari Hari Raya Qurban tahun ini.

Ya, Lebaran Haji kali ini, kita sedang diuji sebagai hamba dengan Covid-19. Jadilah Idul Adha kali ini, kita rayakan di tengah keprihatinan. Tidak ada lagi ribuan jamaah haji Indonesia yang berangkat ke Tanah Suci Mekkah. Ya, Otoritas Arab Saudi melarang jamaah haji dari luar jazirah Arab untuk menunaikan Rukun Islam Kelima. Termasuk dari Indonesia. Padahal biasanya jutaan umat Islam dari seluruh penjuru dunia, jelang Idul Adha, sudah berkumpul di Arafah.

Paket Viva Mateke Ajukan Sangketa, Ini Respon Ketua KPU Belu

Kini, hanya ada 1000 jamaah. Itupun semuanya warga Arab Saudi atau ekspatriat yang tinggal di Arab. Hari ini, Kamis (30/7), sejatinya jutaan umat Muslim melakukan perjalanan ke Arafah untuk mendengarkan khutbah, yang merupakan puncak haji. Namun kini, tidak ada ritual besar yang dikerjakan. Para jamaah yang jumlahnya sekitar 1000 ini hanya bermalam dan menghabiskan waktu berdoa sampai matahari terbit.

Ka'bah yang biasanya penuh sesak, juga ditutup. Jamaah tidak akan diizinkan untuk menyentuhnya, untuk membatasi kemungkinan infeksi Covid-19. Namun di tengah keprihatinan tersebut, tentu sepirit Idul Qurban tidak boleh lepas dari suasana kebatinan kita sebagai umat Muslim.

Shalat Idul Adha di Kabupaten Mabar Wajib Kedepankan Protokol Kesehatan

Berkurban sejatinya tidak semata dalam bentuk hewan semata. Dalam nuansa yang lebih luas, ia adalah berbagi, memberikan sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain. Ini adalah bentuk rasa syukur atas anugerah yang Allah SWT berikan.

Tapi di sisi lain, berkurban juga adalah segenap uji keimanan dan kepatuhan sebagai hamba Tuhan. Sebagaimana Nabi Ibrahim yang diperintahkan Allah SWT untuk menyembelih putra kesayangannya, Ismail. Dua manusia terbaik di muka bumi itu, seperti yang diwahyukan Alquran, lolos dari ujian Allah SWT. Allah mengganti Ismail dengan seekor domba yang gemuk dan sehat.

"Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. (QS Ash Shaaffat: 106-107)

Karena spirit Qurban yang juga menyasar dimensi sosial kita, maka sudah semestinya ini melandasi setiap gerak dan laku kita dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Menyisihkan sebagian harta, untuk dibagi kepada mereka yang lebih membutuhkan, rasanya jadi keniscayaan di tengah kesulitan sebagian saudara kita.

Covid-19 telah meluluhlantakkan pondasi ekonomi kita sebagai sebuah bangsa. Jutaan orang kehilangan pekerjaan karena pemutusah hubungan kerja. Sebagian karyawan harus rela unpaid sebagai siasat perusahaan untuk tetap survive.

Dalam konteks tersebut, spirit Idul Adha mengingatkan kembali kepada kita, bahwa dalam hidup mereka yang berkecukupan ada jatah saudaranya yang lain. Semangat berbagi ini, semoga bisa menjadi pondasi terkuat menopang kebersamaan sebagai sebuah bangsa. Sehingga kita bisa melewati Pandemi Corona dengan penuh keikhlasan. Semoga. Selamat Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah. Mohon Maaf Lahir dan Batin. Taqoballahu Minna Waminkum. Wallahu a'lam bisshowab. *

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved