Berita Anies Baswedan
Anies Baswedan Blak-blakan Ungkap Penyebab DKI Jakarta Catat Rekor Kasus Corona, Semua Zona Merah
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bicara blak-blakan soal penyebab tingginya angka kasus positif Corona di DKI Jakarta
Penulis: Hasyim Ashari | Editor: Hasyim Ashari
Anies Baswedan Blak-blakan Ungkap Penyebab DKI Jakarta Catat Rekor Kasus Corona, Semua Zona Merah
POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bicara blak-blakan soal penyebab tingginya angka kasus positif Corona di DKI Jakarta hingga seluruh wilayahnya masuk zona merah.
Penjelasan Anies Baswedan itu seperti yang diunggah di akun Instagramnya, @aniesbaswedan.
Ada Apa Jakarta?
Jakarta tidak menangani COVID-19 secara setengah-setengah.
Sejak awal kami pilih untuk selalu tangani pandemi ini secara serius, secara totalitas.
Ini soal keselamatan, soal nyawa.
Mengapa? Kami melaksanakan perintah konstitusi: melindungi setiap tumpah darah Indonesia.
Melindungi warga tidak bisa dilakukan setengah-setengah.
Dalam kondisi wabah yang masih merebak seperti sekarang maka langkah kita adalah menemukan orang-orang yang terpapar dan mengisolasi.
Itulah cara memutus mata rantai.
Dengan orang tersebut ditemukan dan diisolasi maka dia bisa mencegah untuk tidak menulari keluarganya, tetangganya, ataupun koleganya.
Karena itulah Jakarta meningkatkan terus kemampuan testing.
Menurut standard WHO, kita harus melakukan PCR testing terhadap seribu orang (bukan spesimen) per sejuta penduduk per minggu.
Jakarta kini sudah hampir 4 kali lipat standard WHO.
Kami tidak mau mengurangi testing agar terkesan jumlah yang positif terlihat kecil.
Tujuan kita bukan membuat kesan aman, tujuan kami adalah menyelematkan rakyat.
Faktanya adalah masih banyak orang di luar saja yang sudah terpapar tapi tanpa gejala.
Karena itu makin banyak yang terdeteksi maka insyaAllah makin cepat bisa memutus mata rantai.
Itu tugas kami sebagai pemerintah.
Tugas kita semua sebagai rakyat adalah:
1) berada di rumah, jangan bepergian jika tidak harus
2) memakai masker terus
3) menjaga jarak
4) mencuci tangan rutin
5) kurangi kapasitas pertemuan.
Kita kerjakan sama-sama maka insyaAllah kita bisa kendalikan pandemi ini, dan kita bisa tumbuh menjadi masyarakat yang lebih matang, tangguh: sehat, aman, produktif dan InsyaAllah selalu dalam keberkahanNya.
Postingan Gubernur Anies Baswedan ini pun mendapat tanggapan dari netizen.
Berikut beberapa di antaranya:
@yudhaalifr_betta: Gubernur udah asik begini, masih kalian hujat aja, emang pada ga ada akhlak. sehat terus pak, kalo bapak masih dihujat dgn mereka bapak pindah jadi gubernur Lampung aja pak
@ridhopurwa: PSBB total lgi pak , jgn nurutin pemerintah pusat ... Aturan tolol jgn di ikutin lahh ..
@achmad_achmad95: Pak, mau tanya. Kenapa virus Corona waktu di Wuhan kok pasiennya pada kejang-kejang, trus banyak yang pingsan di jalan. La di Indonesia kok nggak ada ya. Yang ada malah kabar sakit selain Corona diklaim terkena virus Corona. Tu bagaimana pak?
@abu_zaenab_0379: lawan terus pak kita masih punya Alloh SWT yg akan selalu membimbing kita !
@rioardiansya: Harapan saya pak anis bongkar corona yg sbnarnya itu apa , ada sesuatu yg busuk d balik corona
@bn_janchuck45: Pak sy heran sm buzzeRp, Jika cangkupan pembahasan mengenai ttg Korupsi & Koruptor, tdk ad sm sekali yg mau mengkritik... ( Sy semakin yakin, klo para buzzeRp itu tikus nya ) !!!...
@hensu76: Pak Anies tdk setengah2, bahkan maunya status yg lbh tegas utk Jakarta, tp pusat setengah2 pake ada istilah "new normal" segala..jika jadinya bgini ini namanya "New Tragedi"
@noor_bayti: Gubernur yg cinta & sayang pada masyarakatnya , ttp semangat , sehat sll , Allah kan menjaga bang Anies
@alatasnia76: Betul Pak, kalau kondisi real-nya diketahui, merencanakan langkah2x yg akan diambil jg lebih mudah, dibandingkan ketika data-nya gak jelas......para ahli itu khan bukan dukun, mereka memperkirakan sesuatu berdasarkan data real
@sriumihastutisusi: Sehat selalu pak anies... Semoga setiap langkah bapak selalu di lindungi Allah SWT... Aamiin
@novianti_chaniago: Tolong pak tindak tegas rumah sakit yg nakal, jgn orng meninggal krn penyakit biasa tp diblng covid hanya demi insentif..
@addiniryoko: Bismillahirrohmanirrohim.. Tetap semangat ya Pak! Sebagaimana kami pun semangat mengikuti ketentuan pemerintah. Semoga Allah segera mengangkat wabah pandemi ini. Aamiin
@matlaah_muharomah: Terima kasih pak penjelasannya semoga di ikuti gubernur saya..@rin__rinaa jauh komen urang nya..
@baank85: Luar biasahhhhh semoga covid 19 cepat musnah dari bumi Pertiwi
* Semua Kelurahan di Jakarta Masuk Zona Merah Covid-19, Tak Ada Lagi yang Nol Kasus
Jumlah pasien positif Covid-19 di Jakarta berjumlah 17.951 orang hingga Kamis (23/7/2020).
Dari total kasus positif itu, sebanyak 11.302 pasien dinyatakan telah sembuh, sedangkan 767 pasien lainnya meninggal dunia.
Sementara itu, sebanyak 1.201 pasien dari total keseluruhan pasien psoitif Covid-19 masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 4.680 orang melakukan isolasi mandiri di rumah.
Berdasarkan data di situs web corona.jakarta.go.id per Kamis malam, kasus positif Covid-19 tersebar di semua kelurahan di Jakarta, yakni 267 kelurahan.
Kasus Covid-19 bertambah dibanding Rabu (22/7/2020) yang hanya tersebar di 265 kelurahan dari total 267 kelurahan di Jakarta.
Kepulauan Seribu yang awalnya tidak terpapar, kini kasus Covid-19 telah menyebar di Pulau Untung Jawa, Pulau Tidung, dan Pulau Pari.
Kelurahan Roa Malaka yang sebelumnya nol kasus juga sudah terpapar.
Situs web resmi Pemprov DKI itu pun menampilkan data 25 kelurahan dengan kasus tertinggi Covid-19.
Dari daftar 25 kelurahan, ada 11 kelurahan yang terletak di Jakarta Pusat, tujuh kelurahan di Jakarta Utara, lima kelurahan di Jakarta Barat, dan dua kelurahan di Jakarta Timur.
Berikut daftar 25 kelurahan dengan jumlah kasus tertinggi Covid-19 di Jakarta per Jumat hari ini:
1. Pademangan Barat, Jakarta Utara: 234 kasus
2. Penjaringan, Jakarta Utara: 196 kasus
3. Sunter Agung, Jakarta Utara: 193 kasus
4. Lagoa, Jakarta Utara: 161 kasus
5. Sunter Jaya, Jakarta Utara: 155 kasus
6. Petamburan, Jakarta Pusat: 147 kasus
7. Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat: 142 kasus
8. Kramat, Jakarta Pusat: 141 kasus
9. Kenari, Jakarta Pusat: 130 kasus
10. Palmerah, Jakarta Barat: 126 kasus
11. Pegangsaan, Jakarta Pusat: 126 kasus
12. Johar Baru, Jakarta Pusat: 113 kasus
13. Kebon Kacang, Jakarta Pusat: 110 kasus
14. Tomang, Jakarta Barat: 110 kasus
15. Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat: 107 kasus
16. Kota Bambu Selatan, Jakarta Barat: 105 kasus
17. Duri Kepa, Jakarta Barat: 103 kasus
18. Kampung Tengah, Jakarta Timur: 101 kasus
19. Pondok Bambu, Jakarta Timur: 101 kasus
20. Jembatan Besi, Jakarta Barat: 100 kasus
21. Tanah Tinggi, Jakarta Pusat: 100 kasus
22. Semper Barat, Jakarta Utara: 99 kasus
23. Pegangsaan Dua, Jakkarta Pusat: 98 kasus
24. Paseban, Jakarta Pusat: 94 kasus
25. Tanjung Priok, Jakarta Utara: 92 kasus
Sebagian Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Semua Kelurahan di Jakarta Masuk Zona Merah Covid-19, Tak Ada Lagi yang Nol Kasus", https://megapolitan.kompas.com/read/2020/07/24/08573331/semua-kelurahan-di-jakarta-masuk-zona-merah-covid-19-tak-ada-lagi-yang?page=all