ETIKA Rutin Agendakan Webinar, Begini Tujuannya
Komunitas Etnis Tionghoa Kupang ( ETIKA) saat ini gencar dengan melaksanakan Webinar setiap minggunya, spesial di hari Sabtu
Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Komunitas Etnis Tionghoa Kupang ( ETIKA) saat ini gencar dengan melaksanakan Webinar setiap minggunya, spesial di hari Sabtu. Webinar seri ke-4 pooled-qPCR akan digelar pukul 10.00 Wita (Room dibuka pukul 09.00 Wita), Sabtu (25/7).
Webinar kali ini akan menghadirkan Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) NTT, dr Yaditta Mirdania, M.Biomed, Sp.PD, yang akan mengupas tentang proses menemukan vaksin, berapa lama waktu yg dibutuhkan dan sejauh mana ketersediaan vaksin Covid-19 saat ini.
• Ngobrol Asyik Bareng Public Relation Hotel: Harus Dinamis dan Fleksibel
Keterkaitan pooled-qPCR dg vaksin Covid-19, disampaikan oleh Peneliti biomolukuler Forum Academia NTT (FAN), DR Fima Inabuy.
Peran pemerintah dalam memfasilitasi terwujudnya methode pooled q-PCR di NTT oleh Kepala Dinas Provinsi NTT, DR.drg Dominikus Minggu Mere, M.Kes dan peran dan perilaku masyarakat yg diharapkan dalam mencegah Covid-19, disampailqn Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (IAKMI) NTT, DR.dr.Hyronimus Fernandes M.Kes.
• Punya Layanan Mobile Dukcapil Ende Siap Jemput Bola
Diskusi akan dipandu oleh Wakil FAN, Rudi Rohi.
Bagi yang ingin mengikuti Webinar dapat memasukkan meeting ID: 366 374 4053 dan passcode: theo.
Theo Widodo kepada POS-KUPANG.COM, Jumat (24/7), mengatakan tujuan webinar tiap minggu yaitu ETIKA bersama-sama dengan kelompok masyarakat lain terpanggil untuk bergerak melawan Covid-19.
Salah satunya adalah dengan melakukan sosialisasi test massal cepat Covid-19 dg methode pooled-qPCR.
Ia menjelaskan methode Pooled-qPCR adalah methode test terhadap sample swab dalam jumlah banyak sekaligus menggunakan alat PCR.
Beda dengan uji PCR individual yg digunakan sekarang, dg pooled q-PCR ini banyak sample swab bisa dimasukkan sekaligus ke dalam satu "kolam/sumur" atau pool utk diuji menggunakan alat PCR.
"Secara kelompok hasilnya bisa diketahui dalam tempo paling lama 4 jam. Dengan demikian dapat diketahui, apakah kelompok itu merah atau hijau dan langkah tepat bisa langsung diambil, kelompok tsb perlu diisolasi atau tidak," tuturnya.
Kata Theo, webinar ini untuk penggalangan dana guna membantu team peneliti, akan diselenggarakan virtual concert pd tgl 16 Agustus malam menampilkan bintang tamu Rambu Piras, Jaya Suprana, Djitron Pah dan artis NTT lainnya.
"Untuk itu agar pengumpulan dana ini sukses, masyarakat luas perlu tahu tentang konser tsb. Webinar rutin setiap Sabtu dilakukan untuk keperluan sosialisasi konser ini," tuturnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ir-theo-widodo.jpg)