Mauritz da Cunha: 500 Lebih Babi Mati di Sikka

Data yang ada pada kami terus meningkat kasus babi mati di Kabupaten Sikka. Sampai saat ini sudah ada 500 babi mati

Penulis: Aris Ninu | Editor: Kanis Jehola
ISTIMEWA/Facebook Imelda Sau
Ternak babi milik Imelda Sau yang mati secara tiba-tiba. 

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - "Data yang ada pada kami terus meningkat kasus babi mati di Kabupaten Sikka. Sampai saat ini sudah ada 500 babi mati. Itu yang terdata di kami belum lagi babi mati yang tidak dilaporkan ke kami. Bisa lebih babi mati."

Demikian penegasan Kadis Pertanian Sikka, Mauritz da Cunha saat dikonfirmasi POS-KUPANG.COM di Maumere, Rabu (22/7/2020) sore.

Ia menjelaskan, dinas teknis saat ini terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada peternak babi di Sikka agar menjaga kebersihan kandang, pakan harus dimasak dan jangan memasukan babi dari luar serta melapor ke dinas kalau ada pemotong babi.

Kain Tenunan Semakin Digemari, UMKM Reenata Handmade Olah Kain Sisa Jadi Aksesori Cantik

"Perlu kami sampaikan sampai sekarang vaksinnya belum ada. Maka itu langkah kami berikan edukasi kepada warga. Langkah edukasi diharapkan bisa membuat peternak sadar. Namun terpenting kalau ada pemotongan babi lapor ke dinas agar diperiksa kesehatan babinya," kata kadis Mauritz.

Ia mengatakan, sudah edaran dari Gubernur NTT dan Bupati Sikka telah dikeluarkan tapi ada yang masih memasukkan babi dari luar sehingga pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan dinas teknis dan turun ke lapangan.

Theresia Primadona Asmon Sebut Kabupaten Mabar Bebas ASF

"Vaksinnya belum ada dan kalau dikonsumsi tidak berbahaya bagi manusia. Tetapi virus ini akan menyebar kalau selesai potong babi airnya diberikan kepada ternak babi yang selalu lalu akan menyebar. Maka itu kami minta peternak bisa sadar menjaga kebersihan kandang dan mengawasi ternak jangan masuk dari luar," ujar Kadis Mauritz.

Ia berharap semua warga Sikka bersama pemerintah memerangi virus babi dengan melakukan pencegahan dengan memperhatikan kebersihan kandang, memasak makanan babi sebelum diberi makan dan jangan menerima babi dari luar Sikka. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu)

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved