Kabar Gembira, Dua Sampel Swab OTG di Belu Negatif

Dua sampel swab dari dua OTG di Kabupaten Belu sudah dilakukan pemeriksaan di Laboratorium Molekuler Kupang dan hasilnya negatif

Editor: Kanis Jehola
zoom-inlihat foto Kabar Gembira, Dua Sampel Swab OTG di Belu Negatif
POS-KUPANG.COM/TENIS JENAHAS
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu, Cristoforus M. Loe Mau

POS-KUPANG.COM ATAMBUA - Dua sampel swab dari dua Orang Tanpa Gejala ( OTG) di Kabupaten Belu sudah dilakukan pemeriksaan di Laboratorium Molekuler Kupang dan hasilnya negatif.

Hasil ini merupakan kabar gembira yang patut disyukuri karena sampai dengan saat ini Belu tetap zona hijau atau belum ada Orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Hal ini disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu, Cristoforus M. Loe Mau, SE dalam siaran pers yang diterima wartawan, Jumat (17/7/2020) malam.

Jadi Kadivhubinter Mabes Polri, Brigjen Pol Johanis Asadoma Naik Bintang Dua

Katanya, sampel SWAB dari dua OTG di Kecamatan Atambua Barat dan Kecamatan Tasifeto Barat sudah diperiksa dan hasilnya negatif.

"Hasil pemeriksaan sampel SWAB dari Laboratorium Biomolekuler menunjukkan hasil negatif", kata Cristoforus yang juga Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Belu.

Waka Polda NTT Brigjen Johanis Asadoma Dimutasi ke Mabes Polri, Ini Jabatan Barunya

Lanjut Kristoforus, data monitoring dari wilayah kerja 17 puskesmas yang tersebar di 12 kecamatan se-Kabupaten Belu hingga Jumat, 17 Juli 2020 pukul 15:00 WITA menunjukkan, jumlah Pelaku Perjalanan Berisiko dalam pantauan sebanyak 2.195 orang berkurang sebanyak 2.025 orang sehingga tersisa 170 orang Pelaku Perjalanan Beresiko dalam pantauan.

Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 77 orang dan telah selesai masa pemantauan. Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 3 orang telah selesai masa pengawasan. Sedangkan, Orang yang terkonfirmasi Positif Covid-19 nihil.

Walaupun data monitoring orang yang terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kabupaten Belu nihil, Pemerintah Kabupaten Belu terus menghimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap waspada dengan terus menjalankan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

Menjaga jarak fisik apabila bertemu orang lain, tidak boleh bersentuhan atau membatasi interaksi fisik, menghindari kerumunan orang dan selalu membiasakan diri untuk mencuci tangan dengan sabun.

Bagi warga Kabupaten Belu yang baru pulang dari luar daerah terutama daerah yang terinfeksi Covid-19 agar melaporkan diri ke Posko Gugus Tugas melalui call center 081238654568 yang aktif 24 jam untuk selanjutnya mengikuti arahan petugas termasuk mengisolasi diri demi melindungi diri dan sesama.

Kepada para pelintas yang memasuki wilayah Kabupaten Belu wajib mentaati semua aturan yang ada disetiap Posko Pemantauan tanpa terkecuali demi keselamatan kita bersama.

Cristoforus mengatakan, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, World Health Organization (WHO) menganjurkan agar semua masyarakat menggunakan masker. Untuk masker N95 dikhususkan kepada tenaga medis sedangkan masyarakat dapat memakai masker kain yang dijahit dan selalu dicuci.

Penjabat Sekda Belu, Marsel Meta sekaligus Ketua Pelaksana Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 ini menghimbau kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Meski Belu berstatus zona hijau, namun masyarakat tetap waspada dan jangan lalai. Sebab zona hijau tidak bisa menjamin bagi kita untuk bebas dari Covid-19.

"Memang kita zona hijau tapi tidak boleh lalai. Zona hijau tidak menjamin kita untuk tidak kena covid-19. Oleh karena, kita terus mengedukasi masyarakat supaya mematuhi protokol kesehatan, seperti jaga jarak, PHBS, cuci tangan dan pakai masker", ujar Marsel Meta. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved