Garuda Indonesia Terancam Bangkrut,Punya Utang 31,9 Triliun, Kas Hanya 210 M,400 Karyan Pensiun Dini
Maskapai kebanggaan bangsa, Garuda Indonesia hingga kini masih terlihat mentereng bagi pelayanannya hingga para stafnya
Garuda Indonesia Terancam Bangkrut, Punya Utang 31, 9 Triliun, Kas Hanya 210 Miliar, 400 Karyan Pensiun Ini
POS KUPANG.COM -- Maskapai kebanggaan bangsa, Garuda Indonesia hingga kini masih terlihat mentereng bagi pelayanannya hingga para stafnya
Namun siapa sangka perusahaan raksasa itu kini goyah hingga terancam bangkrut. Sebanyak 400 karyan harus pensiun dini, hutan perusahaan juga tidak kecil sementara kasnya sementara ini sangat tipis
Besar Pasak Daripada Tiang, Maskapai Garuda di Ambang Kebangkrutan, Punya Utang Rp31 Triliun, Kasnya Hanya Rp210 Miliar, Keluarkan Opsi Pensiun Dini.
Sejumlah langkah efisiensi dilakukan oleh maskapai Garuda Indonesia . Hal ini disebabkan kondisi keuangan perusahaan yang terganggu akibat pandemi Covid-19
Per 1 Juli 2020, total saldo utang usaha dan pinjaman bank Garuda Indonesia telah mencapai 2,2 miliar dollar AS atau Rp 31,9 triliun.
• RAMALAN ZODIAK Hari ini, Jumat 17 Juli 2020: Aries Posisi Genting, Capricorn Peluang Keuangan Tipis
• Janda Cantik Jual Rumah Rp 185 Juta, Bonusnya Siap Jadi Istri Pembeli Kediamannya,Tapi Ada Syaranya!
• Jadi Waria di Thailand Harus Melewati Cara Mengerikan, Sudah jadi Ladyboy pun Harus Menderita
• Sarwendah Seperti Lupa Teman di Cherrybelle , Tak Pernah Respon Kabar Sesama Member irls Band
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR di Jakarta, Selasa (14/7/2020).
"Saldo utang usaha dan pinjaman bank total 1 Juli 2020 2,2 miliar dollar AS," kata Irfan dilansir dari Antara (14/7/2020).

Baca Juga: Cantik Paripurna, Inilah Sosok Waria Tercantik di Thailand, Taipan China Sampai Ada yang Kepincut dan Menikahinya Meski Tau 'Onderdilnya' Imitasi
Rincian utang Garuda Indonesia
Utang sebesar 2,2 miliar dollar AS itu di antaranya terdiri dari pinjaman jangka pendek sebesar 905 juta dollar AS dan pinjaman jangka panjang sebesar 645 juta dollar AS.
"Dari 645 juta dollar AS ada pinjaman sukuk 500 juta dollar AS yang sudah kita negoisasi dan extend (perpanjang) selama tiga tahun yang seharusnya jatuh tempo 3 Juni 2020, menjadi 3 Juni 2023," kata Irfan.
Sementara itu untuk arus kas (cash flow) yang tersisa di perusahaan hanya 14,5 juta dollar AS atau Rp 210 miliar.
Tidak hanya menegoisasi pinjaman yang jatuh tempo, Irfan mengatakan, Garuda Indonesia juga merestrukturisasi sewa pesawat untuk menurunkan harga pesawat.
Selain itu, ia menyebut bahwa Garuda Indonesia juga akan memaksimalkan penerbangan kargo dan sewa. Pada Selasa, (14/7/2020) terdapat 10 penerbangan khusus yang diisi hanya kargo.
"Kami tidak punya pesawat khusus kargo, tapi ada izin Kemenhub, sehingga kami bisa bawa barang-barang kargo di atas mesin pesawat asal berat tidak lebih dari 70 kg. Kami juga melakukan penundaan pembayaran kepada pemasok jasa, avtur, kebandarudaraan," kata Irfan.
Pensiun dini
Kemudian, salah satu langkah efisiensi lain yang dilakukan oleh Garuda Indonesia adalah menawarkan pensiun dini ke ratusan karyawannya.
“Sampai hari ini sudah 400 karyawan Garuda yang mengambil program pensiun dini,” ujar Irfan seperti diberitakan Kompas.com, Selasa (14/7/2020).

Irfan menjelaskan, manajemen menawarkan opsi pensiun dini kepada karyawan yang usianya di atas 45 tahun. Opsi ini ditawarkan secara sukarela dan tanpa ada paksaan sedikit pun.
“Beberapa mengambil (opsi pensiun dini) karena faktor kesehatan, beberapa mengambil karena mungkin lelah bekerja dan beberapa mereka ambil karena ada opsi yang mereka miliki di luar Garuda,” kata Irfan.
Selain itu, lanjut Irfan, manajemen juga memutuskan untuk menawarkan cuti di luar pertanggungan atau unpaid leave kepada 800 karyawan yang berstatus perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT).
Selanjutnya, pihaknya juga mempercepat kontrak kerja kepada 135 pilot. “Kami juga melakukan pemotongan signifikan gaji dari seluruh jajaran komisaris dan direksi dari April,” ucap dia.
Irfan menjelaskan, dengan sejumlah efisiensi yang dilakukan diperkirakan perusahaan bisa menghemat pengeluaran hingga akhir tahun mencapai 67 juta dollar AS.
“Kemudian pengurangan biaya operasional direksi dan manajemen tingkat tinggi yaitu VP. Terakhir kita hapuskan biaya entertainment,” ujar dia.
Kebangkrutan hantui industri penerbangan
Sebelumnya, seperti diberitakan Kompas.com (7/7/2020) Irfan mengungkapkan ancaman kebangkrutan sudah menghantui industri penerbangan nasional.
Baca Juga: Persetan dengan Nenek-nenek, Pria Muda Ini Kepincut Pacari Nenek 66 Tahun, Karena Terbuai Lekuk Tubuh dan Bagian Intim Sang Nenek yang Sudah Dirombak Ini
Ia menyatakan, di tengah memburuknya industri penerbangan akibat Covid-19, opsi menurunkan tarif tiket pesawat berpotensi semakin menekan kinerja maskapai.
Bahkan, tidak menutup kemungkinan maskapai bangkrut apabila kembali menurunkan harga tiket pesawat.
Irfan menyadari perlunya promosi, seperti harga tiket pesawat murah untuk mempercepat perbaikan sektor pariwisata.
Namun, hal tersebut dinilai sulit dilakukan saat ini. Pasalnya, imbas dari pandemi Covid-19, bos maskapai pelat merah tersebut menyebutkan, tingkat okupansi pesawat hanya menyisakan 10 persen.*
Sebagian artikel ini sudah tayang di Intisari.Grid.ID dengan judul: Besar Pasak Daripada Tiang, Maskapai Garuda di Ambang Kebangkrutan, Punya Utang Rp31,9 Triliun, Kasnya Hanya Rp210 Miliar, 400 Karyawan Pensiun Dini https://intisari.grid.id/read/032247311/besar-pasak-daripada-tiang-maskapai-garuda-di-ambang-kebangkrutan-punya-utang-rp319-triliun-kasnya-hanya-rp210-miliar-400-karyawan-pensiun-dini?page=all