News

Waspada, Keberadaan Titik Panas di NTT Meningkat, Ini Daerah Sebarannya

Sebaran titik panas atau hotspot di wilayah Provinsi NTT (Nusa Tenggara Timur) mengalami peningkatan signifikan.

Editor: Benny Dasman
POS-KUPANG.COM/ONCY REBON
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Agung Sudiono Abadi, Kamis, 18/06/2020 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Com

POS KUPANG, COM, KUPANG -Sebaran titik panas atau hotspot di wilayah Provinsi NTT (Nusa Tenggara Timur) mengalami peningkatan signifikan.

Menurut rilis yang dikirim Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II A El Tari Kupang, Agung Sudiono Abadi, S. Si, Rabu (15/7), saat ini sebaran titik panas terdeteksi di 23 titik di seluruh wilayah NTT.

Berdasarkan Analisis Peta Sebaran Titik Panas dengan pantauan Satelit Terra, Aqua, Suomi NPP dan NOAA20 oleh LAPAN maka diketahui Sebaran Titik Panas di wilayah NTT Update tanggal 14 Juli 2020 pukul 08.00 WITA hingga 15 Juli 2020 pukul 07.00 Wita dengan tingkat kepercayaan diatas 80 persen.

Titik panas terdeteksi di Kecamatan Rindiumalulu, Kabupaten Sumba Timur dengan jumlah hotspot 1, Kecamatan Solor Timur, Kabupaten Flores Timur jumlah hotspot 1. Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur terdeteksi 4 hotspot, Kecamatan Buyasuri, Kabupaten Lembata terdeteksi 1 hotspot. Kecamatan Pembantu Pantar, Kabupaten Alor, 2 hotspot dan Kecamatan Alor Barat Laut, terdeteksi 1 hotspot.

Sebaran titik panas (hotspot) juga terdeteksi di beberapa titik di Kabupaten Kupang yakni Kecamatan Amfoang Timur dengan jumlah hotspot 1, Kecamatan Fatuleu terdeteksi 1 hotspot, Kecamatan Fatuleu Barat jumlah hotspot 1, Kecamatan Kupang Timur 2 hotspot, Kecamatan Sulamu 1 hotspot dan Kecamatan Kupang Tengah 3 hotspot.

Khususnya di Kabupaten Rote Ndao, terdeteksi 1 hotspot di wilayah Kecamatan Rote Timur dan 3 hotspot di Kecamatan Rote Barat.

Satelit akan mendeteksi anomali suhu relatif tinggi dibandingkan suhu disekitarnya berdasarkan ambang batas suhu tertentu yang terpantau oleh satelit dalam luasan 30 m x 30 m hingga 1000 m x 1000 m (tergantung satelit yang saat itu memantau dan melewati Indonesia).

Pada wilayah yang tertutup awan, maka hotspot tidak dapat terdeteksi atau tingkat kepercayaan menurun.

Informasi sebaran titik panas (hotspot) merupakan indikator awal kebakaran lahan serta dapat dimanfaatkan dalam deteksi area terbakar.

Citra satelit tersebut hanya menilai anomali suhu sekitar yang diinterpretasikan sebagai titik panas (hotspot) serta jumlah titik hotspot bukan berarti jumlah sebenarnya titik api/kebakaran. Titik panas (hotspot) bukan merupakan titik api (firespot). Penyebab adanya anomali tersebut tidak dapat kami pastikan. *

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved