Masih Zona Merah, Domu Warandoy Minta Penyelenggara Pendidikan Taat Instruksi Pemerintah

Sekda Sumba Timur, Domu Warandoy meminta semua penyelenggara pendidikan di Kabupaten Sumba Timur menaati instruksi pemerintah

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Ketua Gugus Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Sumba Timur, Domu Warandoy 

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Sekda Sumba Timur, Domu Warandoy, S.H,.M.Si meminta semua penyelenggara atau satuan pendidikan di Kabupaten Sumba Timur menaati instruksi pemerintah terkait pelaksanaan belajar dari rumah. Pada tahun pelajaran baru 2020/2021 ini, siswa SD dan SMP di Kabupaten Sumba Timur masih melaksanakan sistem belajar dari rumah.

Domu Warandoy menyampaikan hal ini ketika ditemui, Rabu (15/7/2020).

Menurut Domu, sistem belajar siswa di Sumba Timur masih dilakukan dari rumah atau di rumah, sehingga semua satuan pendidikan harus mengikuti instruksi yang telah dikeluarkan pemerintah.

LPPKPD Manggarai Serahkan 500 Masker Kain Kepada Gugus Tugas Covid-19 Manggarai

"Untuk Sumba Timur,semua tingkatan pendidikan masih lakukan belajar dari rumah. Sesuai kewenangan pemerintah kabupaten terhadap satuan pendidikan mulai dari PAUD,TK,SD dan SMP sudah diinstruksikan untuk belajar dari rumah," kata Domu.

Dijelaskan, kondisi saat ini di Sumba Timur masih ada kasus positif Covid-19, karena itu selain penerapan new normal dan protokol kesehatan, maka pelaksanaan belajar mengajar juga tetap dilakukan dari rumah secara online.

Anak Muda Lembata Harus Jadi Promotor Pembangunan Desa di Lembata

"Dinas pendidikan juga telah keluarkan instruksi sehingga saya harapkan semua satuan pendidikan taati dan laksanakan. Ada yang lapps saya bahwa ada sekolah yang masuk dengan shift dua-dua jam. Saya minta kalau benar lapor saya dan saya panggil kepala sekolah yang bersangkutan," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Sumba Timur, Ir. Yunus D. Wulang,M.Si mengatakan, sesuai dengan kewenangan pemerintah daerah dalam bidang pendidikan, maka siswa PAUD TK,SD dan SMP di Sumba Timur masih melakukan belajar mengajar dari rumah.

Dikatakan, untuk kelender pendidikan tentu tidak berubah dan tahun pelajaran baru dimulai pada Juli 2020 ini,namun yang mengalami perubahan adalah sistem belajar, yakni masih diberlakukannya belajar dari rumah.

"Bagi kami di Sumba Timur tetap menunggu petunjuk dari pemerintah pusat. Tapi untuk tahun ajaran baru ini belajar masih dilakukan di rumah," kata Yunus. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved