Breaking News:

Maria Geong Optimistis Jadi Bupati Perempuan Pertama di Kabupaten Mabar

Bacalon Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat (Mabar) drh Maria Geong Ph.D dan Silverius Sukur, SP (Misi) menggelar ritual adat perutusan

Maria Geong Optimistis Jadi Bupati Perempuan Pertama di Kabupaten Mabar
POS-KUPANG.COM/Gecio Viana
Bacalon Bupati Mabar, Drh Maria Geong, Ph.D saat membawakan sambutan usai ritual adat perutusan (Wuat Wa'i) di rumah Gendang Ranggu di Desa Ranggu, Kecamatan Kuwus Barat, Kabupaten Mabar, Senin (13/7/2020).

Sehingga, pihaknya pun menyarankan kaum perempuan di daerah itu untuk menjatuhkan pilihannya pada Maria Geong dan Silverius Sukur yang menjadi bakal calon bupati dan wakil bupati Mabar periode 2021-2025.

"Seluruh wanita di Manggarai Barat pilihlah wanita, karena ini representatif," katanya dalam sambutannya di ritual adat perutusan (Wuat Wa'i) di rumah Gendang di Desa Ranggu, Kecamatan Kuwus Barat, Kabupaten Mabar, Minggu (12/7/2020).

Dalam kesempatan itu, hadir pula sebanyak 49 tua gendang, para pendukung yang berasal dari 12 kecamatan di Kabupaten Mabar, Ketua DPC PDIP Mabar, Darius Angkur, simpatisan dan para pendukung Drh Maria Geong, Ph.D dan Silverius Sukur, SP (Misi).

Menurut Bupati Dula, ia sangat dekat dengan Maria Geong yang selama ini mendampinginya menjadi wakil bupati Mabar.

Maria Geong, lanjut Bupati Dula, merupakan figur yang diunggulkan karena menjadi representasi kaum perempuan dan memiliki integritas dan dedikasi yang tinggi dalam bekerja.

Sehingga potensi dan pengalaman yang dimiliki, dapat berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Dijelaskannya, salah satu kontribusi Maria Geong dalam pembangunan daerah dapat terlihat dalam kerjanya sebagai wakil bupati, Kabupaten Manggarai Barat saat ini memiliki laboratorium TCM untuk pemeriksaan sampel swab.

Kehadiran laboratorium TCM di RSUD Komodo Labuan Bajo tersebut sangat membantu untuk mempercepat proses pengecekan sampel swab demi mencegah penyebaran virus Corona di daerah itu.

"Sehingga jenazah PDP dapat terima hasil sebelum dikuburkan. Memang dilematis betul.
Kepada Puskesmas jika ada pasien rujuk sudah ke RSUD. Tidak usah ke Siloam. Itu (laboratorium TCM) karena hasil ibu Maria, karena ibu Maria omong virus jadi. Semuanya jadi," katanya.

Diakuinya, kehadiran para pendukung dalam kesempatan tersebut sangat luar biasa hingga melaksanakan ritual adat yang sangat sakral yakni Teing Hang Kolang.

Halaman
1234
Penulis: Gecio Viana
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved