Pilkada Sumba Barat, Pasangan Keba Moto-Daud Kadobo Tunggu Keputusan DPP PDIP

pasangan bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati yang diusung PDIP pada pilkada Sumba Barat tahun 2020 ini.

Penulis: Petrus Piter | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/PETRUS PITER
Paket Keba Moto-Daud Kadobo 

Pilkada Sumba Barat, Pasangan Keba Moto-Daud Kadobo Tunggu Keputusan DPP PDIP

POS-KUPANG.COM|WAIKABUBAK--Bakal calon Bupati Kabupaten Sumba Barat periode 2020-2025, Keba Moto mengatakan sampai saat ini pihaknya sedang menunggu survei yang akan dilaksanakan DPP PDIP untuk menentukan pasangan bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati yang diusung PDIP pada pilkada Sumba Barat tahun 2020 ini.

Dan pihaknya percaya, partai PDIP sebagai partai wong cilik akan melaksanakan survei untuk mengetahui suara rakyat kecil Sumba Barat atas figur pemiimpin Sumba Barat 5 tahun ke depan.

Ia percaya, DPP PDIP akan menentukan pasangan calon tepat menggunakan pintu PDIP maju bertarung pada pilkada Sumba Barat tahun 2020. Dan paket Kebamoto-Daud Kadobo adalah duet kepemimpinan kaum wong cilik Sumba Barat yang paham benar kondisi kehidupan masyarakat Sumba dewasa ini.

Pasangan bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati yang berasal dari petani adalah pasangan tepat memimpin Sumba Barat 5 tahun ke depan.

Bakal calon bupati Sumba Barat, Keba Moto menyampaikan hal itu melalui telepon selulernya , Minggu (12/7/2020).

Menurutnya, saat ini, gencar membangun pertanian rakyat dengan membagikan pupuk cair secara gratis kepada petani Sumba Barat. Pupuk tersebut adalah hasil ciptaannya. Mantan guru besar universitas indonesia itu mengaku senang kembali membangun daerah kelahirannya setelah puluhan tahun merantau.

Lebih lanjut, Keba Moto mengatakan pupuk cair ciptaannya dibagikan secara gratis kepada petani Sumba Barat untuk memupuk tanaman sayur, padi, jagung, jambu mete.

Selain itu Keba Moto juga menemukan obat pembasmi hama pisang yang puluhan tahun telah menyerang tamanan pisang di Sumba Barat khususnya dan Sumba umumnya.

Kini, pupuk hasil racikannya telah digunakan nasyarakat Sumba Barat khususnya dan Sumba umumnya untuk membasmi hama pisang. Dan hasil tamanan pisang milik warga kembali tumbuh subur.

Ia percaya bila rakyat memberi mandat bersama pasangannya memimpin Sumba Barat 5 tahun ke depan tanggal 9 Desember 2020 maka salah satu langkah yang dilaksanakan adalah mengalokasikan anggaran cukup untuk mengadakan pupuk cair dalam skala besar sehingga dapat membebaskan petani dari ketergantungan pupuk pemerintah sebagaimana dijual pengusaha.

Sebab selama ini, kalau memasuki musim tanam, antrean panjang terjadi di toko pengusaha penjual pupuk. Bila rakyat mempercayainya maka akan menghapus ketergantungan itu.

Umat Katolik Lembata Mulai Rayakan Misa Dengan Protokol Kesehatan

Kuota Gratis 10 GB, Paket Internet Murah Telkomsel 30 GB Cuma Rp 25 Ribu, Intip Cara Aktivasinya

Engku Emran Tulis Pesan Menyentuh untuk Sang Anak Pasca Cerai dari Laudya Cynthia Bella

Ia mengaku, saat ini produksi pupuk ciptaannya terbatas karena keterbatasan modal pula. Karenanya pelayanan belum dapat menjangkau semua petani. Pengambilan juga terbatas pula. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved