Opini Pos Kupang

Investor : Landlord Atau Resources Owner

Jelas bahwa profit oriented adalah tujuan sehingga jika ada pihak lain rugi relatif tidak masuk dalam pertimbangan bisnis

Editor: Kanis Jehola
Investor : Landlord Atau Resources Owner
Dok
Logo Pos Kupang

Jelas bahwa profit oriented adalah tujuan sehingga jika ada pihak lain rugi relatif tidak masuk dalam pertimbangan bisnis

oleh: Dr. James Adam, MBA (Ketua ISEI cabang Kupang)

POS-KUPANG.COM - Ringan sama di jinjing berat sama di pikul adalah pepatah kuno yang semua orang pasti tidak lupa karena bermakna sederhana bahwa jika kita kerjakan sesuatu secara bersama maka untung rugi, baik buruk, susah senang, dan sekalipun bermasalah kita mesti hadapi bersama.

Dalam konsep entrepreneurship theory pepatah ini tidak berlaku penuh sebab risiko bisnis akan ditanggung sendiri oleh si entrepreneurs kecuali ada joint venture business, business network atau semacamnya.

Kadis DLHK Kota Kupang: Tangkap Orang Buang Sampah Sembarangan

Dalam konteks investasi tentu beda lagi, sebab pemahaman sederhana bahwa investasi adalah penanaman modal untuk satu/lebih aktiva yang dimiliki dan biasanya berjangka waktu lama dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang.

Artinya jelas bahwa profit oriented adalah tujuan sehingga jika ada pihak lain rugi relatif tidak masuk dalam pertimbangan bisnis, sebab si investor sudah mengeluarkan banyak modal tentu dengan strategi bisnisnya si investor akan mengejar kembali uangnya.

Investor selalu memegang prinsip bahwa perencanaan investasi tidak pada bisnis/proyek yang tidak menguntungkan, karena itu tidak heran pada banyak kasus ketika terjadi stagnasi maka langkah seribu menjadi pilihan atau yang lazim pernyataan rugi menjadi senjata untuk menembak pemerintah supaya bebas deviden, masyarakat supaya bebas kewajiban dan rekan bisnis supaya bebas bagi hasil.

Perangi Stunting Butuh Komitmen Bersama

NTT merupakan propinsi termiskin ke 3 di Negara ini telah membuka pintu makin lebar bagi investor agar daerah ini bangkit dari kemiskinan dan jika nanti Tuhan tolong maka masyarakat NTT bisa sejahtera sesuai slogan pemerintah sekarang.

Pemerintahan sebelumnya ingin agar kemiskinan ditutup dengan menjadikan NTT sebagai propinsi Jagung, Garam, Koperasi, dan Ternak namun lagi-lagi tidak tercapai. Karena itu pertanyaan kita apa mungkin NTT Bangkit dan Sejahtera bisa tercapai juga??.

Mari kita membuka pintu diskusi makin lebar supaya jangan saja top down approach tetapi perlu bottom up support. Dalam entrepreneurship concepts tidak ada entrepreneur sukses tanpa business relationship dengan prinsip mutual benefit.

Maknanya sederhana sekali bahwa jika ada investor, jangan hanya pemerintah dan investor yang mendapat benefitnya, namun masyarakat sebagai landlord dan resources owner wajib diuntungkan itulah konsep entrepreneurship sejatinya.

Berkaitan dengan investasi mestinya pemerintah bertindak sebagai bridging antara landlord/resources owner dengan investor, bukan pemerintah hitung duluan untungnya untuk PAD lalu landlord/owner hitung sendiri untungnya sementara investor pasti banyak untungnya.

Memang bagi investor entrepreneurship concept tidak selalu ada jika perencanaan investasi dimulai dengan pertimbangan how to get big profit dari pada how to provide benefit for the community (landlord/owner) sebab setelah itu pasti baru akan dapat banyak untungnya.

Memilah diri sebagai investment bridging memang tidaklah mudah sebab pemerintah sepertinya berada dipersimpangan jalan untuk memilih apakah berjalan bersama investor, berjalan bersama warganya, ataukah masing-masing berjalan sendiri.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved