Breaking News:

DLHK Susun Naskah Perwali Air Bawah Tanah

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan kebersihan Kota Kupang, Yeri Padji Kana mengatakan saat ini Dinas tengah berupaya untuk menyusun naskah

PK/Yen
Yeri Padji Kana, Kadis Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota kupang 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan kebersihan Kota Kupang, Yeri Padji Kana mengatakan saat ini Dinas tengah berupaya untuk menyusun naskah Peraturan Walikota Kupang tentang air bawah tanah dan non mineral, yang direncanakan akan menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah bagi kota Kupang.

Kata Yeri awalnya untuk air tanah dalam dan air non mineral diurus oleh Dinas Pertambangan kota Kupang Namun karena perubahan nomenklatur maka Dinas Pertambangan hanya ada di provinsi. Karena itu pemerintah kota Kupang perlu menyiapkan perwali untuk mengaturnya dan ditempatkan di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang. 

Lanjutnya, sesuai dengan permintaan kota Kupang untuk segera membentuk perwali ini agar setiap urusan air tanah dan non mineral dapat diurus dan dikontrol oleh pemerintah kota Kupang. 

Menurutnya air bawah tanah dan non mineral ini berkaitan dengan lingkungan dan akan berdampak pada ketersediaan air baku di kota Kupang, dan bahkan jika  dipakai tanpa ada kontrol maka akan merusak lingkungan. 

"Bagaimanapun untuk urusan pengelolaan air bawah tanah tentu ada profit yang dihasilkan sehingga perlu ada keseimbangan antara masyarakat dan pemerintah. Selain itu perwali ini juga dapat mengontrol dan melakukan kajian yang lebih mendalam terkait maraknya penggunaan air tanah dalam," kata Yeri, Kamis (9/7/2020). 

Kata Yeri direncanakan dalam tahun ini perwali tersebut sudah dapat diterbitkan dan pihaknya sementara menyusun naska akademisnya sekaligus merampungkan semua data terkait jumlah sumur bor yang ada di kota Kupang dan bagaimana pemanfaatannya dan pengaruhnya terhadap lingkungan.

Dengan adanya perwali ini maka dapat difokuskan program strategis Walikota Kupang untuk menghijaukan kota Kupang dengan menanam pohon bisa dilihat daerah mana saja yang perlu penghijauan karena lingkungan dan alamnya kritis, " ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati).

Yeri Padji Kana, Kadis
Yeri Padji Kana, Kadis (PK/Yen)
Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved