Esthon Foenay Sebut Masyarakat Semau Ingin Ada Kesejahteraan Masyarakat
saya berpikir ini dinamika yang cukup berkembang baik secara politis maupun secara konseptual.
Esthon Foenay Sebut Masyarakat Semau Ingin Ada Kesejahteraan Masyarakat
POS-KUPANG. COM| KUPANG-- Esthon Foenay sebagai salah satu tokoh masyarakat Semau yang hadir dalam kegiatan seminar kajian pengalihan wilayah administrasi kecamatan semau dan kecamatan semau selatan dari kab. Kupang masuk wilayah kota kupang mengatakan, alasan hanya satu masyarakat semau ingin masuk wilayah kota kupang yaitu satu meningkatkan kesejahteraan rakyat.
"Dan tentu mempunyai perspektif terhadap kajian-kajian, ekonomi, sosial, transportasi dan lain-lain" ujarnya kepada POS-KUPANG. COM, Rabu (08/07/2020).
Esthon memberikan contoh seperti, salah satu siswa ingin lakukan legalisir ijasah, ia lakukan perjalanan dari Oetao ke Oeasa Rp. 19.000, dan dari Oeasa datang ke Tenau Rp. 15.000 dan dari kupang ke oelamasi makan biaya berapa?
Lanjut Esthon, hal ini sebagai salah satu parameter terukur bahwa secara ekonomis tidak efisien.
Ia mengatakan, tidak ada alasan lain seperti yang sudah saya sebutkan.
"Persoalannya, seperti alasan bahwa Masyarakat Semau tidak diperhatikan oleh pemerintah, maka aspek pembangunan di semau tidak bertambah. Dan gereja-gereja tidak semewah itu" terangnya
Ia menambahkan, saya berpikir ini dinamika yang cukup berkembang baik secara politis maupun secara konseptual. Dan hal ini akan dikaji lagi karena tidak bisa secepat ini.
Menurut Esthon, hal ini mungkin tidak sekarang, kemungkinan menggunakan anggaran tahun depan atau 2 tahun yang akan datang karena perlu dikaji lebih mendalam.
Ia menyampaikan, seperti dalam pertemuan tadi sempat disinggung bahwa untuk kajian kursi daerah dan pemekaran daerah seperti wilayah kab. Kupang ke kota kupang, sabu, rote dan semua itu malalui satu kajian untuk adanya otonomi daerah.
• Terkait Semau, Bupati Kupang Korinus Masneno: Kalau Hari Ini Orang Ngurus Rumah Kami, Ya Ngurus Saja
• Tujuh Kos dan Satu Rumah Kios di Atambua Terbakar
• Satu Jenazah Korban Tenggelamnya KM Kasih Ditemukan Tim SAR di Pulau Tabui
Apabila untuk persoalan sekarang, kata Esthon, ini yang masuk dalam wilayah perkotaan karena alasan yang mendasar bahwa jarak teritorialnya dekat. Jadi efisien, efektif dan lebih produktif. Tutup Esthon.(Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Ray Rebon)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ir-esthon-l-foenay-msi-salah-satu-perwakilan-tokoh-masyarakat-semau.jpg)