Breaking News:

DPRD Kota Kupang: Tempat Hiburan yang Tak Jalankan Protokol Kesehatan Diberikan Sanksi

Komisi II DPRD Kota Kupang melakukan kunjungan kerja di Dinas Pariwisata Kota Kupang

ISTIMEWA
Komisi II DPRD kota Kupang melakukan kunjungan kerja di Dinas Pariwisata Kota Kupang, Rabu (8/7/2020) 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Komisi II DPRD Kota Kupang melakukan kunjungan kerja di Dinas Pariwisata Kota Kupang.

Kunjungan kerja ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Kota Kupang Mukrianus Lay, Sekretaris Komisi II, Esy Meliana Bire dan anggota, Djuneidi Kana, Nining Basalamah, Roni Lotu, Jusuf Abjena, Barche Bastian, Zeyto Ratuarat dan Roy Ricardus.

Sekretaris Komisi II DPRD Kota Kupang, Esy Bire mengatakan, Dinas Pariwisata meminta pembuatan peta destinasi pariwisata di Kota Kupang. Anggaran yang direncanakan sebesar Rp 10 juta dan diupayakan agar dapat diakomodir di anggaran perubahan nanti.

TRIBUN WIKI: Kawasan Hutan Lindung Egon Sikka Jadi Tempat Rekreasi Baru

"Anggaran monitoring semua tempat-tempat hiburan dan tempat pariwisata di Kota Kupang dan anggaran untuk monitoring sudah dipangkas untuk anggaran untuk Covid-19 kemarin," kata Esy, Rabu (8/7/2020).

Ia menjelaskan, anggaran yang ada pada Dinas Pariwisata Kota Kupang memang dipangkas hampir 50% tentu ini akan sangat menyulitkan dinas untuk melaksanakan semua program dan kegiatan yang telah direncanakan sebelumnya.

Ini yang Dilakukan Kadis Pariwisata SBD Mencegah Penularan Virus Corona

Katanya tentu peta Pariwisata Kota Kupang menjadi sangat penting untuk dapat memetakan di mana saja potensi destinasi wisata maupun yang telah ada, juga bagaimana untuk peningkatan pendapatan dari destinasi wisata di kota Kupang.

Dinas Pariwisata juga menginformasikan tentang pembangunan toilet di Bioskop Misbar, dari anggaran Rp 200 juta yang disetujui, dipotong menjadi tersisa hanya Rp 67 juta.

Selain itu, kata Esy, Dinas Pariwisata Kota Kupang juga mengalami kendala untuk melakukan monitoring di berbagai tempat wisata dan tempat hiburan karena anggaran untuk monitoring telah dipangkas.

Oleh karena itu Komisi II DPRD kota Kupang bersama Dinas Pariwisata Kota Kupang dan Satuan Polisi Pamong Praja kota Kupang berencana untuk melakukan monitoring di berbagai tempat wisata dan tempat hiburan.

"Kita akan melakukan monitoring menggandeng satuan polisi pamong praja, Karena sekarang telah dimulai new Normal atau normal yang baru dan semua tempat hiburan dan tempat wisata telah dibuka tentu ada protokol kesehatan yang harus diikuti," tuturnya.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Kota Kupang, Nining Basalamah mengatakan, saat kunjungan ke Dinas Pariwisata Kota Kupang Dinas Pariwisata meminta untuk komisi II membantu mendorong anggaran untuk pembuatan atau pengadaan toilet mobile.

Jadi toilet mobile ini dapat digunakan di tempat-tempat wisata seperti pantai warna Oesapa hutan mangrove dan di tempat-tempat umum lainnya yang dijadikan sebagai tempat wisata.

Diakuinya Komisi II DPRD kota Kupang tentu mendukung semua program dan kegiatan yang ada di Dinas Pariwisata demi menunjang peningkatan pariwisata di Kota Kupang yang juga akan berdampak pada pendapatan ekonomi masyarakat dan juga pendapatan asli daerah.

"Kami juga bersama Dinas Pariwisata akan melakukan monitoring di berbagai tempat hiburan dan pariwisata untuk memastikan bahwa semuanya telah mengikuti protokol kesehatan covid-19," terangnya.

Ia menegaskan ketika Komisi II dan Dinas Pariwisata Kota Kupang melakukan monitoring nantinya dan mendapati tempat hiburan yang tidak menjalankan protokol kesehatan maka akan diberikan sanksi mulai dari surat peringatan pertama sampai ketiga dan jika masih tetap melanggar maka akan dicabut izinnya sementara waktu. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved